Banyak Hasil Petani Makimi, Tapi Tak Ada Pasar yang Bersedia Menampung
NABIRE - Banyak hasil potensi masyarakat di Makimi, tetapi tidak ada pasar dan harga yang sesuai bersedia menerimanya. Akhirnya para petani kembali beralih profesi menjadi pendulang. Bahkan ada pula yang menjadi buruh bangunan hanya demi kehidupan sehari-hari. “Dan kadan
Bagikan
NABIRE - Banyak hasil potensi masyarakat di Makimi, tetapi tidak ada pasar dan harga yang sesuai bersedia menerimanya. Akhirnya para petani kembali beralih profesi menjadi pendulang. Bahkan ada pula yang menjadi buruh bangunan hanya demi kehidupan sehari-hari.
“Dan kadang kala kita melepaskan hasil-hasil kita dengan keadaan terpaksa. Bahkan dengan harga yang sangat jauh di bawah hanya gara-gara kebutuhan hidup dalam rumah tangga. Persoalan ini yang rata–rata terjadi di Papua yang besar ini, sehingga Koperasi Mepago hadir dan siap menampung hasil-hasil masyarakat Distrik Makimi,” ujar Hagar Aksamina Maday saat turun di Distrik Makimi, Senin (17/3) kemarin. Kedepannya, kata Hagar, ada dana Otsus sebesar 80% yang dapat dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota. Sementara 20 persen dikelola oleh pemerintah provinsi. Diharapkan dari dana 80 persen dapat dirasakan oleh masyarakat kampung dan distrik. Karena dari dana 80 % untuk pemberdayaan ekonomi rakyat ada 20 persen.Dirinya menilai, bukan masyarakat petani yang malas mengelola lahan tidur yang ada serta bukan kita tidak memiliki kemampuan. Tetapi tidak ada pasar yang menampung hasil-hasil kita, sehingga banyak kebutuhan kita sehari–hari dapat dieksport atau didatangkan dari luar Papua. Sementara kita juga punya tanah dan lahan yang sangat subur tanpa dipupuk.Dalam kegiatan sosialisasi hadirnya Koperasi Mepago di Kabupaten Nabire yang pada 18 Februari lalu telah diresmikan, kini giliran pendiri Koperasi Mepago, Hagar Aksamina Maday turun kampong. Tujuannya, mensosialisasi soal potensi Sumber Daya Alam (SDA) di masing–masing kampung dan distrik.Senin (17/3) kemarin, Hagar Aksamina Maday turun langsung bertemu dengan para kepala kampung, tokoh dan masyarakat 6 kampung di Distrik Makimi. Hagar menyampaikan tujuan hadirnya Koperasi Mepago di Kabupaten Nabire yang kelak juga akan siap menampung hasil pertanian masyarakat.Pada akhir pertemuan, Hagar Aksamina Maday menawarkan agar petani yang berasal dari kampung-kampung eks transmigrasi kedepan dapat menanam bawang merah dan bawang putih. Dan masing-masing kampung membuat proposal minimal satu kampung 5 kelompok. Kedepan, dirinya akan memberikan dana awal sebagai modal kegiatan usaha. Sementara bagi petani sawah ditawarkan ada perjanjian kerja sama (MoU) soal pembelian beras antara Koperasi Mepago dan masyarakat petani beras di Distrik Makimi.(des)
Bagikan artikel ini



