NABIRE - Dengan adanya pendaftaran murid baru di SMA Negeri 1 Nabire pada awal tahun pelajaran 2025/2026, ternyata terdengar di telinga kepala sekolah bahwa ada cerita yang tidak benar alias hoaks yang sengaja dilakukan oleh oknum-oknum tertentu tidak bertanggung jawab atas apa yang telah diceritakan dengan kondisi fakta yang benar.

Dimana hoaks pertama, untuk menyekolahkan anak ke SMAN 1 Nabire harus punya orang dalam, sementara hoaks kedua adalah adanya pungutan–pungutan biaya yang cukup mahal pada saat pendaftaran murid baru.

Sesungguhnya dari dua hoaks yang lagi berkembang ini tidak benar, dimana hoaks soal orang dalam itu cerita yang tidak benar sesuai dengan kondisi kenyataan yang ada pada saat ini. Sebab dalam pendaftaran murid baru, ada banyak orang tua yang kenal dirinya selaku kepala sekolah, tetapi biarkan ranah ini mengalir atau berjalan sesuai ketentuan yang ada atau pendaftaran semua lewat panitia saja.

Sementara hoaks yang kedua, soal adanya pungutan biaya pendaftaran, diakui Kepala sekolah SMAN 1 Nabire, bahwa itu ada oknum yang mengatasnamakan guru SMAN 1 Nabire. “Dan setelah dicroscek dan mendapati orangnya, sehingga kami meminta untuk yang bersangkutan kembalikan uang dari orang tua murid tersebut,” terangnya.

Untuk itu, Kepsek SMAN 1 Nabire dengan tegas menyampaikan, kedua hoaks itu tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan dan perlu diingatkan, untuk pendaftaran murid baru di SMAN 1 Nabire pada awal tahun pelajaran 2025/2026 semua gratis alias tidak dipungut biaya.

Dikatakan Kepala sekolah SMA N 1 Nabire, Yanus Arwam, S.Sos, kepada Papuapos Nabire, Selasa (17/6) kemarin, sehingga lewat kesempatan ini ia mau katakan sebagai kepala sekolah bersama panitia dan dewan guru, bahwa cerita orang dalam dan biaya pungutan saat pendaftaran murid baru itu tidak benar dan itu hoaks yang sedang berkembang dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara pribadi maupun hukum.

Karena segala keputusan di SMAN 1 Nabire di saat ini maupun di masa yang akan datang tidak bisa ada keputusan sekolah saja, tetapi semuanya harus ada petunjuk dan keputusan langsung dari pemerintah daerah melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire selaku orang nomor satu di lingkungan dinas pendidikan.

Dan untuk pendafataran murid baru di tahun pelajaran ini, tidak ada sedikitpun intervensi langsung dari pimpinan sekolah, tetapi semuanya telah jelas diatur pihak panitia Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2025/2026 dan selaku kepala sekolah telah percaya tidak mungkin panitia akan bekerja di luar regulasi aturan yang ada soal SPMB.

Untuk itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat yang telah mendengar dua hoaks ini agar jangan percaya begitu saja dan apabila ada hal-hal yang kurang jelas silakan ke pihak sekolah atau juga bisa ditanyakan langsung ke panitia. “Lebih baik dengar langsung dari sumbernya, daripada dengar dari orang lain yang belum tentu isi pembicarananya tidak jelas sumbernya,” pungkasnya.(des)