Bangun Pendidikan Bukan dengan Kata-Kata, Butuh Tindakan Nyata
NABIRE - Tokoh politik dan masyarakat Kabupaten Nabire menilai selama ini tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah terhadap dunia pendidikan, sementara kita ketahui bahwa Indeks Prestasi Manusia (IPM) suatu daerah sangat mempengaruhi kemajuan daerah. Selaku tokoh
Bagikan
NABIRE - Tokoh politik dan masyarakat Kabupaten Nabire menilai selama ini tidak ada perhatian yang serius dari pemerintah terhadap dunia pendidikan, sementara kita ketahui bahwa Indeks Prestasi Manusia (IPM) suatu daerah sangat mempengaruhi kemajuan daerah.
Selaku tokoh meminta agar pemerintah dalam membangun dunia pendidikan, tidak harus dengan kata-kata saja, akan tetapi lebih penting harus ada keseriusan dan tindakan nyata di lapangan yang dimulai dari kesejahteraan guru hingga sarana prasarana belajar yang memadai.Sebab hingga saat ini banyak sekolah-sekolah dipinggiran yang terjadi kekosongan guru bahkan lebih ironis lagi tidak ada rumah guru, sehingga terlihat banyak guru yang mendapatkan mutasi ke sekolah-sekolah pinggiran akan tetapi tidak berada di tempat tugas.Demikian dikatakan Yulian Jap Marey kepada Papuapos Nabire via telepon genggamnya, beberapa saat lalu seraya menambahkan, mau memajukan daerah ini hanya lewat dunia pendidikan. Untuk itu bangun pendidikan bukan dengan janji atau kata-kata manis, akan tetapi lebih penting keseriusan dan tindakan nyata di lapangan. “Selaku tokoh saya telah menyerahkan tanah 10 Ha bagi pendidikan untuk dibangun SMA Unggulan Wilayah Meepago dan tanah 2 Ha untuk pembangunan sekolah Berbahasa Inggris dan kedua lokasi sekolah ini saling berdekatan di wilayah Kampung Nusantara Kimi,” ungkapnya.“Karena di usia ke 72 tahun umur saya saat ini, hanya bisa saya berbuat sesuatu yang berguna bagi banyak orang dan hal itu hanya bisa dibangun lewat dunia pendidikan agar kelak di 10 hingga 20 tahun mendatang ada anak Papua yang cerdas, disiplin, punya ketrampilan dan bermoral untuk bangun Papua dengan ilmu yang telah diperoleh dari bangku pendidikan,” tambah Yap.Sebab, menurutnya, tanah Papua ini mau dibawa kemana tetap akan menjadi Papua dan Papua yang Mandiri dan Sejahtera hanya dibangun dengan kecerdasan, ketrampilan, kedisiplinan dan moralitas yang baik dari anak-anak Papua itu sendiri di masa yang akan datang. (des)
Bagikan artikel ini



