NABIRE – Sejarah baru tercipta di dunia pendidikan Papua Tengah, di mana untuk pertama kalinya, seorang pelajar asal Nabire, Andika Pratama Yakob Napan , yang lahir 23 Januari 2009 silam, resmi terpilih sebagai perwakilan dalam ajang duta SMA 2025/2026. Kehadirannya menjadi kebanggaan besar bagi Nabire, karena membuktikan generasi mudanya mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. 

Ajang duta SMA merupakan program yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI untuk menjaring pelajar terbaik dari seluruh Indonesia. 

Para duta dipilih melalui seleksi ketat, mulai dari pendaftaran portofolio, wawancara hingga penilaian program kerja. Mereka yang terpilih akan bertugas menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyuarakan aspirasi pelajar, melaksanakan program pengembangan diri serta menjadi teladan di bidang akademik maupun non-akademik. 

Andika berhasil lolos sebagai perwakilan pertama dari Nabire, Papua Tengah, setelah melalui serangkaian seleksi sejak Juni 2025. Ia mengaku bangga sekaligus tidak menyangka bisa langsung berhasil pada percobaan pertama. 

“Senang sekali, karena ini adalah pengalaman pertama dan langsung bisa mewakili Nabire. Saya ingin tunjukkan bahwa pelajar dari Papua Tengah juga bisa bersaing,” ungkap Andika. 

Dalam perjalanannya, Andika menghadapi sejumlah tantangan. Ia harus mampu menyeimbangkan antara tugas sekolah dengan persiapan program sebagai calon duta. Konflik kecil juga sempat muncul saat penentuan nama angkatan, namun semuanya dapat dilaluinya.

Keberhasilan Andika Pratama Yakob Napan menjadi perwakilan pertama duta SMA dari Nabire Papua Tengah adalah tonggak penting bagi dunia pendidikan daerah. Selain membawa nama baik Nabire, pengalaman ini juga menjadi jalan baginya untuk menginspirasi generasi muda lain. 

Dengan dukungan penuh, diharapkan semakin banyak pelajar Papua Tengah yang termotivasi untuk melangkah maju, berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.(Disusun oleh siswa/siswa kelas XI SMAN 1 Nabier dari kelompok 4)