Baldus Rumbobiar : Tak Ingin Hasil Retribusi Pasar Makimi Terbagi
NABIRE – Kembali, Kepala Dusun I Kampung Lagari Jaya Distrik Makimi secara tegas meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Na
NABIRE – Kembali, Kepala Dusun I Kampung Lagari Jaya Distrik Makimi secara tegas meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nabire agar hasil retribusi pasar di Kmpung Lagari Jaya tidak bisa dibagi dua (terbagi) dengan dirinya selaku pihak yang membangun pasar tersebut.
Namun, ia meminta agar Pemda Nabire secara langsung membayar atau menggantikan biaya pribadinya yang telah dipakai untuk membangun pasar tersebut, sehingga kini terlihat benar–benar layak sebagai sumber pendapatan ekonomi masyarakat di 6 kampung sedistrik Makimi.
Karena pasar yang ada di Kampung Lagari Jaya (SP2) Lagari, pada awalnya ibarat rumah–rumah kuburan yang tak terurus, sehingga secara pribadi dirinya punya keinginan untuk merubah guna menjawab perputaran ekonomi masyarakat.
Demikian dikatakan Baldus Rumbobiar kepada Papuapos Nabire, Senin (6/7) di seputar Kelurahan Siriwini seraya menambahkan, kami membangun pasar tersebut dengan ratusan juta, sehingga Pemda mau ambil atau kelola lagi, dimohon ada pengertian untuk mengembalikan uang tersebut dengan miliaran rupiah.
Karena, menurutnya, hingga saat ini para pedagang sudah bisa berjualan selama satu minggu dari pagi hingga sore, sementara pada awalnya masyarakat hanya bisa berjualan selama tiga hari dan itupun hanya di pagi hari, sehingga marilah kita duduk dan bicara bersama soal biaya pribadi tersebut.
“Selaku pribadi saya tidak ingin hasil retribusi yang didapatkan oleh Pemda dibagi dua hasilnya, tetapi jika Pemda sudah selesaikan atau kembalikan uang saya, selanjutnya pengelolaan pasar menjadi tanggung jawab Pemda bersama instansi terkait,” tandasnya.
Sebaliknya, jika Pemda juga belum menyelesaikan atau menggantikan seluruh biaya atau uang pribadi dimaksud untuk pembangunan pasar, Baldus Rumbobiar berharap jangan lagi coba–coba mengatur Pasar Swadaya Kampung Lagari Jaya.
Sebab hingga saat ini, kita sudah bisa lihat dan menyaksikan bersama pasar yang tadinya model rumah–rumah kuburan, kini sudah terlihat sebagai pasar yang layak pakai sebagai pusat perekonomian masyarakat di 6 kampung se Distrik Makimi.(des)
Bagikan artikel ini



