Bahas Situasi Daerah, Danramil Komsos Bersama Tripika dan Para Tokoh di Mapia
DOGIYAI - Danramil 1705-06/Mapia Lettu Inf Frits melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Tripika dan tokoh serta seluruh komponen masyarakat dalam rangka membahas untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban yang ada di Distrik Mapia ini, bertempat di Makoramil 1705-06/Mapia Kampung Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai Papua Tengah, awal pekan ini.

DOGIYAI - Danramil 1705-06/Mapia Lettu Inf Frits melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Tripika dan tokoh serta seluruh komponen masyarakat dalam rangka membahas untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban yang ada di Distrik Mapia ini, bertempat di Makoramil 1705-06/Mapia Kampung Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai Papua Tengah, awal pekan ini.
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Distrik Mapia, Yohanes Butu, Amd.,S.Sos, Lettu Inf. Frits Karubaba (Danramil 1705-06/Mapia), Kapolsek Mapia, Ipda Fredrik Demetouw, Letda Inf Dion Reksa Gilang Tara (Danpos Satgas Mapia Yonif 756/WMS) dan Kepala Kampung Bomomani, Emilianus Tigi, Fabianus Tigi (Anggota Dewan), Wellem Tigi (Dewan Paroki Bomomani), Osea Wakey (Tokoh Intelektual), Yermias Gobay (tokoh masyarakat) dan Tokoh Pemuda, Aten Iyai.
Dalam kegiatan tersebut membahas masalah situasi keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat Kampung Bomomani Distrik Mapia Dogiyai dan mempererat silaturahmi dan sinergitas TNI- Polri menjaga hubungan agar selalu baik antara aparat dengan masyarakat dan seluruh komponen masyarakat lainnya.
Kegiatan Komsos akan terus dilakukan oleh setiap prajurit TNI, terutama aparat komando kewilayahan dimana pun berada, sehingga kita dapat merebut hati dan pikiran masyarakat.
Adapun beberapa penyampaian dan pesan dari, Yohanes Butu selaku Kadistrik Mapia menyampaikan pertemuan kali ini membahas tentang Miras, karena ini merupakan sumber pokok permasalahan yang ada. “Untuk masalah yang kemarin-kemarin tidak usah diingat lagi, untuk kedepannya kita perbaiki demi keamanan dan kenyamanan di wilayah kita,” pesannya.
Sementara itu, Danramil 1705-06/ Mapia menyampaikan masalah Miras dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai, untuk menegakan Perda karena sebagai sumber awal dari permasalahan.
“Kita komitmen untuk situasi normal agar kita menyiapkan tempat untuk kegiatan seperti Komsos dan juga tempat parkir kendaraan umum belum ada. Wilayah kita Distrik Mapia ini termasuk daerah rawan konflik, untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat yang ada di sini agar membantu untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga masyarakat yang melaksanakan aktifitas sehari-hari merasa aman dan nyaman,” ujar Lettu Inf Frits Karubaba.
Kapolsek Mapia menyampaikan, masalah miras ini sudah lama ditekankan dan disampaikan agar ditertibkan, karena miras ini merupakan sumber permasalahan. “Kami dari Polsek Mapia sebagai Kamtibmas mengharapkan situasi yang aman dan kondusif di daerah ini,” harap Ipda Fredrik Demetouw.

Hal sama disampaikan, Letda Inf Dion Reksa Gilang Tara selaku Danpos Satgas Mapia Yonif 756/WMS. “Saya prihatin melihat situasi saat ini tidak baik-baik saja dan berterima kasih kepada bapak-bapak yang ada di sini juga berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami sebagai aparat yang hadir di sini hanya untuk menjaga wilayah dan tidak ada niat untuk mencelakakan orang,” tandasnya.
Salah satu anggota DPRK Dogiyai asal Mapia, Fabianus Tigi, berpendapat soal Miras ini harus cari tahu siapa yang menjualnya, karena tidak menutup kemungkinan yang jual miras ini bisa jadi aparat sendiri atau masyarakat. “Saya setuju dengan dibuatnya peraturan daerah untuk mencegah beredarnya Miras dan satu lagi penjualan pinang juga dilarang, jadi saya saran nanti kita pasang baliho untuk Perda ini,” katanya.
Yermias Gobay selaku tokoh masyarakat menyatakan memberi mendukung dan setuju untuk menciptakan situasi Distrik Mapia ini dalam keadaan aman dan akan menasehati terutama pemuda-pemuda yang selalu melakukan kegiatan mabuk-mabukan dan berbuat onar yang dapat mengganggu situasi dan kondisi keamanan.
Kepala Kampung Bomomani, Emilianus Tigi juga berharap yang sama dengan menyampaikan, masalah Miras ini merupakan awal mula pokok permasalahan. Para pemuda yang mabuk ganggu kios dan TNI-Polri, apabila dari yang bikin masalah dari kampung lain, agar dipanggil kepala kampungnya, termasuk yang menyebar hoax tentang isu-isu yang tidak jelas harus ditangkap dan apabila ada yang palang jalan tidak ada surat resmi harus ditangkap.
Walaupun situasi saat ini di Distrik Mapia khususnya Kabupaten Dogiyai kurang kondusif akibat isu yang yang beredar sampai dengan sekarang ini, TNI-Polri serta masyarakat, tetap melaksanakan kegiatan territorial. “Melalui Komsos ini kita mampu membangun komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat di Kampung Bomomani, Distrik Mapia yang menjadi tanggung jawab kita sebagai aparat keamanan,” pungkas Danramil Mapia.(wan)
Bagikan artikel ini



