DOGIYAI – Anggota DPRD Kabupaten Dogiyai, Yones Waine, menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Dogiyai harus libatkan DPRD Dogiyai dalam rencana pemekaran kabupaten Mapia Raya, seperti isu-isu yang bergulir akhir-akhir ini di masyarakat.

Hal itu disampaikan Yones Waine, kepada Nabire.Net, senin (26/06).

Dijelaskan Yones, seharusnya Pemkab Dogiyai sudah tahu bahwa masyarakat menolak dengan tegas pemekaran kabupaten Mapia Raya.

Penolakan tersebut sudah dilakukan sejal 2019 lalu di Dogiyai, yang dilakukan oleh para mahasiswa dan masyarakat.

Penolakan yang dihembuskan oleh masyarakat didasari berbagai hal dan alasan yang mendasar.

Diantaranya, sangat belum siap SDM, belum siap SDA, lokasi kedudukan ibu kota, Data Penduduk Tetap (DPT) Lembah Kamu dan Lembah Mapia, ada empat isu beredar di lingkungan masyarakat serta media sosial pada tahun 2018-2020, yakni soal pemindahan ibukota Dogiyai ke Pona, pemekaran kampung, pemekaran distrik, dan pemekaran Kabupaten Mapia Raya.

Menurut Yones, anggaran untuk pemekaran kabupaten Mapia Raya yang menurutnya 100 Miliar, dilakukan oleh DPRD yang lama yakni periode 2014-2019.

Namun selama 5 bulan terakhir, legislatif Dogiyai belum pernah lagi membicarakan hal ini dengan pemkab Dogiyai.

“Kami DPRD yang baru 2019-2024, belum pernah tatap muka dengan eksekutif untuk membahas pemekaran Mapia Raya.

Kami minta agar pemkab Dogiyai bisa melalui mekanisme yang benar, dan menghormati legislatif,” katanya.

Yones berharap agar pemkab Dogiyai bisa menggandeng DPRD Dogiyai dalam membahas perencanaan pembangunan dan bekerjasama, karena hal tersebut memang sudah seharusnya dilakukan. (Ones Yobee)