SUGAPA – Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Intan Jaya, telah mengangkat 20 tenaga PPL. Ke-20 PPL yang diangkat sebagai tenaga honorer ini selanjutnya akan ditempatkan di 8 distrik yang ada di Kabupaten Intan Jaya. Rabu (25/6) kemarin, ke-20 tenaga PPL mendapatkan surat pengangkatan sebagai tenaga PPL. Penyerahan surat pengangkatan dilakukan oleh Plt. Sekda Intan Jaya, Asir Mirip, S.Pd, M.Si, di aula DPU Nabire. Selain penyerahan surat pengangkatan, para tenaga PPL yang baru diangkat ini juga dibekali dengan bimbingan dari narasumber, salah satunya Kepala Dinas Pertanian Intan Jaya, Darmanto.   Mengawali pertemuan, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Intan Jaya, Drs. Jerry Jassu, mengatakan, kita di Kabupaten Intan Jaya saat ini baru mengangkat tenaga penyuluh lapangan. Hal ini dilakukan karena tenaga penyuluh lapangan berposisi sangat penting untuk kemajuan daerah, dan tenaga penyuluh merupakan ujung tombak pemerintah daerah di lapangan.  “Kita tidak bisa berbuat banyak jika tidak ada tenaga penyuluh. Tenaga penyuluh ini merupakan ujung tombak kita. Kalau kita berbicara masalah ketahanan pangan maka kita kembali ke tenaga penyuluh,” ujar Jerry Jassu. Lebih lanjut dikatakannya, Sejak tahun 2009 dimakan Kabupaten Intan Jaya dimekarkan, kita belum mempunyai tenaga penyuluh. Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada tahun 2013 akhirnya Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Intan Jaya terbentuk. Hanya saja pada tahun 2013, tahun dibentuknya Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Intan Jaya, kala itu belum ada kegiatan. Baru mulai tahun 2014 ini ada kegiatan, sehingga kita mulai merekrut tenaga-tenaga calon penyuluh. Ke-20 tenaga penyuluh yang kita rekrut ini statusnya masih sebagai tenaga honorer. Lebih lanjut dikatakannya, bidang pertanian di Kabupaten Intan Jaya sangat penting. Karena ketika kita berbicara soal kemakmuran, sebuah kabupaten itu makmur atau tidak ukurannya adalah pangan. “Ini menjadi fokus kita, supaya stok pangan kita yang masih jauh bisa tahap demi tahap ditingkatkan. Fokus kita supaya sayur mayur yang dikonsumsi oleh masyarakat dan seluruh pegawai yang ada sudah bisa tersedia. Sehinga kita tidak perlu lagi mendatangkan dari luar. Potensi kita sangat besar hanya saja belum dikelola secara baik,” tuturnya. Sementara itu, dalam arahannya Plt. Sekda Intan Jaya, Asir Mirip, S.Pd, M.Si, mengatakan, tenaga penyuluh lapangan yang sudah direkrut rata-rata berlatar belakang pendidikan sarjana. Sehingga ke depan ada harapan besar bagi para tenaga penyuluh ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Dan yang penting, kata Sekda Asir Mirip, para tenaga penyuluh ini harus siap berada ditempat tugas untuk membantu masyarakat sesuai bidangnya. Berbicara soal kemampuan tenaga penyuluh, lanjut Sekda Asir Mirip, ke depan tentu perlu ada peningkatan ketrampilan dari para tenaga penyuluh lapangan ini. Untuk itu, instansi terkait tentunya kedepan perlu memprogramkan dilakukannya pelatihan-pelatihan hingga studi banding ke daerah lain untuk meningkatkan kualitas kemampuan tenaga penyuluh lapangan kita ini. “Tenaga penyuluh ini dikontrak dari bulan April hingga Desember 2014. Tahun depan jika para tenaga penyuluh ini bekerja dengan baik bisa diperpanjang masa kerjanya,” ujar Sekda Intan Jaya ini.   Setelah mendapatkan arahan, surat pengangkatan para tenaga penyuluh ini dibagikan. Setelah rehat sebentar, acara dilanjutkan dengan pembekalan terhadap para tenaga penyuluh oleh sejumlah narasumber. (ros)