NABIRE – Kepala Suku D3N Nabire, Ayub Wonda meminta dilaksanakannya Musyawarah Luar Biasa (Muslub) pemilihan Kepala Suku D3N, bukan melalui penunjukan langsung. Pernyataan itu dikatakan Ayub Wonda, ketika menggelar aksi di Kantor Kesbangpol Papua Tengah, di Guest House Nabire, Kamis (19/2/2026.

Dikatakannya, kehadiran masyarakat D3N selama kurang lebih 35 tahun di Nabire dan masyarakat ini tidak pernah turun untuk aksi demo.

Ayub Wonda memberi hormat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah dan meminta melakukan pemilihan kepala suku secara transparan melalui Muslub, bukan tunjuk menunjuk itu tidak ada. 

"Tidak boleh ada masalah keluarga banyak perang suku, perang suku masalah keluarga. Dan kalau orang tidak tahu terus perang-perang dan tidak bisa pegang panah lalu mau jadi kepala suku di provinsi. Itu aneh dan masyarakat tolak hal itu," kata Ayub.

Oleh sebab itu, tambah Ayub, program Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, yang akan dilaksanakan ke depan sepenuhnya masyarakat D3N dukung, asal jangan konflik dengan masyarakat antara suku makan suku.

Jika pemilihan kepala suku dilakukan dengan penunjukkan, kata dia, masyarakat semua menolak. Diduga ada kepentingan seseorang bagi-bagi politik, tidak boleh ada politik. 

Dirinya berharap dilakukan musyawarah murni dengan masyarakat dan siapapun memilih. Seperti orang pedalaman turun untuk memilih atau orang Nabire siapa yang memilih.

Dalam lembar penyampaian aspirasi Suku Lani, Loma-D3N Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, disebutkan, sehubungan dengan kepala suku Papua Tengah untuk Lani, loma, D3N, masyarakat umum dan semua elemen, tua, tua adat, tokoh agama, tokoh pemuda, mengimbau, dengan hormat Gubernur, kami perlu sampaikan aturan adat, harus musyawarah. Bukan ditunjuk atau aturan yang lain-lain. Maka sebagai orang adat mendukung figur yang tepat dan pengalaman adat istiadat tersebut. 

Dengan ini kami mendukung sepenuhnya kepada Ayub Wonda, SAB adalah kepala suku Papua Tengah yang terbaik. Untuk itu kami memohon kepada gubernur pertimbangkan lebih lanjut aspirasi kami tersebut. Pernyataan tersebut di tanda tangani oleh 106 semua elemen, tua, tua adat, tokoh agama, tokoh pemuda.

Dalam aspirasi yang disampaikan di halaman Guest House Nabire, dan di temui oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Organisasi Masyarakat (Kabid poldagri dan ormas), Yohanes Alexander gasperz.(edi)