Awasi Lonjakan Harga, Perindag Gandeng Pihak Terkait

DEIYAI - Sejak tiga minggu lalu, jalan trans Nabire menuju tiga kabupaten, diantaranya Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Kabupaten Paniai terputus akibat longsor. Terputusnya akses jalan darat dari kabupaten Nabire menuju tiga kabupaten tersebut ini, ikut memutuskan pasokan barang kios, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebutuhan warga serta aktifitas warga, khususnya terputusnya kelancaran akses transportasi darat, kendaraan roda dua dan empat yang melintasi.
Akibat terputusnya akses jalan darat yang berakibat juga terhadap terputusnya pasokan barang dan BBM ini, berdampak terhadap kenaikan harga Sembako, barang kios dan harga BBM di tiga kabupaten tersebut, lebih khususnya di Deiyai.
Jelang proses perbaikan jalan trans, selama tiga minggu terakhir ini harga Sembako, harga barang kios dan harga BBM di Waghete dan sekitarnya, sangat melonjak, tidak sama harga standar sebagaimana biasanya.
Harga sembako, harga barang dan harga BBM bervariasi. Misalnya, harga besin eceran, seliter Rp50.000 sampai 100 ribu rupiah. Harga solar sama seperti juga bensin dan harga barang, sangat jauh dari harga standar.
Menyikapi kondisi lonjatan harga di Deiyai, Pemerintah Daerah Deiyai melalui Dinas Perindag sebagai dinas teknis telah gandeng dan merangkul serta mengkoordinasi dengan instansi terkait, stakeholder dan pihak terkait,
Untuk itu, pada 2 September 2025, Kadis Perindag melakukan pertemuan dengan Kasat Pol PP, Ketua KNPI, Kepolisian dan stakeholder lainnya guna membahas lonjatan harga barang, harga BBM di Waghete dan sekitarnya, bertempat di Kantor Disperindag Tigido, Waghete.

Dalam pertemuan, pembahasannya lebih menitikberatkan pada pembatasan satuan harga dan pengawasan terhadap harga barang dan BBM selama kondisi masih belum stabil.
Pengawasan harga yang dilakukan merupakan salah satu langkah dalam rangka menekan dan menstabilkan kembali harga Sembako, barang di kios, toko dan harga BBM di Waghete.
"Kami sudah keluarkan surat edaran tentang penekanan kenaikan harga dan pembatasan harga dari yang ada. Namun hingga saat ini, para pedagang, penjual BBM, belum pernah mengindahkan, masih jual dengan harga yang mahal. Maka kami ambil langkah, turun langsung lapangan, pengawasan dan pengontroling terhadap harga BBM dan juga harga barang ini," kata Kadis Perindag kepada media ini, kemarin.
Sesuai dengan hasil rapat koordinasi, kata Kadis Perindag Deiyai, turun lapangan bersama, KNPI, Pol PP, pegawai staf Perindag untuk mengawasi pembatasan harga barang dan BBM yang sudah disampaikan sebelumnya melalui surat edaran di wilayah Waghete dan sekitarnya.
"Mengingat kondisi, sesuai batasan harga BBM yang dicantumkan dalam surat edaran, harga bensin seliter Rp30.000 sampai 50 ribu. Jika jual diatas batasan harga kami akan tindak tegas. Berikan peringatan, sanksi sesuai aturannya," tegasnya.
Kadis Perindag juga mengharapkan, para pedagang dan pengecer BBM dapat menyadari akan menjual dengan batasan harga yang sudah ada. "Kami harap jangan naikkan harga, jual sesuai satuan harga yang ada. Semoga tetap eksis perekonomian di Deiyai," harapnya.
Dirinya kembali mengharapkan, warga maupun semua pihak dan stakeholder, tetap taati dan salin mendukung dan kerja sama yang baik, agar dapat jaga kondisi ekonomi yang stabil di Deiyai yang kita cintai.(hbb)
Bagikan artikel ini



