NABIRE - Di akhir tahun pelajaran 2017/2018 dan kita akan memasuki awal tahun pelajaran 2018/2019 ini, Orang Tua (Ortu) murid diminta untuk terus mendampingi anak-anak hingga tuntas semua urusan yang menyangkut pendidikan bagi semua generasi bangsa ini.Dimana Ortu harus mengawal anak-anak yang baru masuk SD, yang lulus SD masuk SMP/MTs hingga yang lulus SMP masuk SMA dan SMK serta yang lulus SMA/SMK masuk dunia perguruan tinggi, karena dengan pendampingan orang tua murid, anak akan merasa lebih nyaman dan diperhatikan, sehingga anak-anak akan lebih giat belajar.Sebab kita ketahui bersama, bahwa pendidikan karakter dan perilaku serta moralitas anak–anak sesungguhnya datangnya dari rumah yang tentunya ditanamkan atau diberikan oleh orang tua, sehingga dibangku pendidikan hanyalah diberikan pengetahuan ilmu dan menambahkan pengetahuan moralitas.Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Daniel Maipon, SSTP, dihadapan orang tua murid pekan lalu di SMP Negeri 1 Napan saat memantau jalannya akhir Ujian Nasional (UN) dan memantau Ujian Sekolah (US) di SD YPK Elim –Beracha Napan dan SD Inpres Weinami.Lanjut dikatakan Maipon, peserta ujian dari SD, SMP dan SMA yang ada di wilayah Distrik Napan ini harapan kepada orang tua agar tidak tinggal diam, tetapi orang tua diminta untuk mendampingi anak dan memberikan dorongan agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan.Sehingga semua orang tua murid diminta untuk tidak memandang pendidikan dengan sebelah mata saja, akan tetapi orang diminta melihat pendidikan itu sebagai sebuah jawaban masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita. Dan didalam menekuni dunia pendidikan, orang pula harus selalu mengajak anak-anak di rumah untuk rajib beribadah, membaca Alkitab dan juga harus rajin membuka buku atau belajar, karena dengan belajar dan rajin membaca di rumah anak–anak kita akan lebih pintar dan cerdas.Untuk itu ajaknya, marilah kita sama-sama memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita menuju masa depan yang lebih baik, sehingga kepada orang tua murid, janganlah berikan apa yang menjadi kemauan anak, tetapi berikanlah apa yang menjadi kebutuhannya. (des)