Awal Semester Genap, SMP YPK Imanuel Terapkan 2 Sesi KBM
NABIRE - Setelah kejadian kebakaran, Sekolah Menengah Pertam (SMP) Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Imanuel Oyehe, pada 28 November 2024 lalu, yang menghabiskan tujuh ruang kelas, satu laboratoreium IPA, satu ruangan guru, satu kantin, aula ibadah dan satu ruangan perpustakaan dan kini hanya tersisa 7 ruangan kelas yang tidak dilahap Si Jago Merah.

NABIRE - Setelah kejadian kebakaran, Sekolah Menengah Pertam (SMP) Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Imanuel Oyehe, pada 28 November 2024 lalu, yang menghabiskan tujuh ruang kelas, satu laboratoreium IPA, satu ruangan guru, satu kantin, aula ibadah dan satu ruangan perpustakaan dan kini hanya tersisa 7 ruangan kelas yang tidak dilahap Si Jago Merah.
Untuk itu, Kepsek SMP YPK Imanuel Oyehe, Linda Maro, S.Pd, ditemui Papuapos Nabire, Jumat (6/12/24) menuturkan, dengan adanya keterbatasan ruang kelas akibat dilahap si jago merah pada minggu akhir bulan November, maka memasuki awal semester genap kegiatan belajar mengajar (KBM) menggunakan 2 sesi.
Dimana dari 347 murid akan dibagi per kelas untuk mengisi 7 ruang kelas yang tidak dilalap api. Ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang, untuk itu diharapkan kepada semua orangtua murid agar mendukung program sekolah. Karena tidak mungkin 347 murid dipaksakan semua masuk pagi sementara ruang kelas sangat terbatas.

Selain itu, juga diharapkan kepada pihak Kepolisian Polres Nabire agar memberikan kepastian waktu kapan bisa dibuka Polisi Line alias pita kuning sementara terpasang dibekas gedung yang terbakar, sebab dalam suasana libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), semua bangunan yang terbakar harus dibersihkan.
Sebab, awal tahun pelajaran 2024/2025 atau awal semester genap pihak sekolah sudah harus mempersiapkan diri dengan menyiapkan jam pelajaran pagi dan siang serta membagi tugas kepada semua guru agar proses KBM bisa secepatnya dilaksanakan, walaupun kondisi ruangan kelas sangat terbatas.(des)
Bagikan artikel ini



