NABIRE – Asrama pelajar mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya, di KPG SP 1 telah diresmikan. Peremian yang ditandai dengan pengguntingan pita dilakukan Sekretaris Dinas P dan P Intan Jaya, Otis Malatoni, mewakili kepala dinas. Asrama yang dibangun Dinas P dan P Intan Jaya ini terdiri dari 5 kamar yang diisi dengan 10 tempat tidur.     Saat meresmikan asrama itu, Sekrtaris Dinas P dan P Intan Jaya juga sempat berjanji akan melengkapi kekurangan. Salah satunya, nantinya akan dibangun pagar asrama.   “Terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Dinas P dan P Intan Jaya yang telah membangun asrama pelajar ini. Selama ini para pelajar di Kota Studi Nabire kesulitan tempat tinggal, namun dengan telah dibangunnya asrama ini, maka kesulitan tempat tinggal bisa teratasi,” ujar pengurus asrama, Teni Bagubau saat bertandang ke redaksi.   Hal senada juga dikemukakan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya di Nabire, Asa Bagubau. Sebagai pengurus ikatan juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Intan Jaya karena melalui dinas terkait telah membangun asrama bagi putra putri Intan Jaya yang sedang menimba ilmu di Nabire.   “Awalnya permohonan pembangunan asrama disampaikan langsung ke Kepala Dinas P dan P Intan Jaya. Saat Teni bertemu dengan kepala dinas, dan mendapat respon yang baik dari kepala dinas. Pembangunan asrama ini merupakan salah satu kepedulian pemerintah daerah melalui dinas terkait dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Intan Jaya,” tutur mereka.   Ditambahkan oleh ketua ikatan, Asa Bagubau, jika ada bantuan dari pemerintah baik itu berupa beasiswa maupun asrama, itu adalah milik kita. Dirinya mengharapkan kepada pelajar dan mahasiswa untuk mengambil bagian ketika ada acara peresmian.   “Asrama yang sudah dibangun itu jangan dianggap KPG punya. Dan para pelajar serta mahasiswa juga jangan malas tau, karena yang pemerintah daerah bangun adalah milik kita sehingga kita juga harus jaga bersama. Asrama yang dibangun di KPG ini adalah pertama kalinya dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Intan Jaya, sementara daerah lain belum ada,” tuturnya. (ros)