DEIYAI - Berapa hari lalu, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, telah memberikan Nota Tugas kepada dr. Arista Wuriyawan, sebagai Direktur RSUD Pratama Deiyai yang baru, menggantikan Direktur RSUD Pratama Deiyai lama, dr. Selpianus Ukago.

Nota tugas yang diberikan kepada dr. Arista, menuai penolakan dari para ASN dan tenaga honorer yang bertugas di RSUD Pratama Deiyai di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.

Penolakkan Direktur RSUD Pratama baru ini disampaikan melalui aksi demo yang dilakukan pada Jumat, 14 Maret 2025.

Para karyawan RSUD, yang melakukan aksi demo di Kantor Bupati ini, sambil membawa sebuah pamplet, mulai star dari halaman RSUD di Waghete, sekitar pukul 09 30 WIT menuju kantor bupati di Tigido, langsung melakukan orasi di halaman Kantor Bupati Deiyai.

“Kami dengan tegas tolak Direktur RSUD yang baru, dr. Arista W. Kami mau Direktur RSUD harus orang asli Papua, karena dokter orang Papua juga ada banyak. Segera gantikan dr. OAP dan sesuai aspirasi. Jika tidak digantikan, maka kami akan mogok kerja sampai ada jawaban, sesuai tuntutan kami,” katanya salah satu pendemo melalui orasi, saat aksi demo di halaman kantor Bupati Deiyai.

Setelah mereka menyampaikan aspirasi melalui aksi demo, mereka mengatakan akan tetap menunggu jawaban bupati hingga ada jawaban. Para pendemo, usai aksi dan menyampaikan aspirasinya langsung membubarkan diri dengan tertib.(hbb)