Arnol Pakage : Banyak Persoalan di Meepago, Dewan Adat Diam Seribu Bahasa
NABIRE - Meski banyak masalah penyakit sosial dan pengrusakan lingkungan dan hutan sedang terjadi atau marak di wilayah Adat Meepago Papua,
NABIRE - Meski banyak masalah penyakit sosial dan pengrusakan lingkungan dan hutan sedang terjadi atau marak di wilayah Adat Meepago Papua, namun Koordinator Alumni Ipmanapandode Jakarta di Nabire, Arnoldus Pakage menilai tak satu pun Dewan Adat yang menyuarakan bahkan diam seribu bahasa.
“Di Meepago ini saya melihat realita bahwa banyak masalah sosial dan perusakan hutan dan lingkungan wilayah adat Meepago sedang terjadi depan mata, tetapi dewan adat tak menyuarakan, dan ini aneh ya,” tandas Arnol melalui rilis yang diterima wartawan, Minggu (05/07/20).
Arnol merinci personal yang menurutnya, dewan adat tak pernah menyuarakan seperti, judi Togel menyebabkan sekarang orang lupa bekerja, masalah penembakan di Tembagapura, Intan Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiyai dan Nabire.
Disamping itu, hutan wilayah adat Meepago telah dihancurkan oleh berbagai perusahan asing maupun nasional.
“Saya sebutkan perusahan tambang liar di Degeuwo, tambang emas liar yang di Kampung Ogomo di Intan Jaya, tambang tembaga dan emas yang di Tembagapura Timika dan dampak lingkungan di daerah sekitar di Timika.
Semua kerusakan hutan itu, dewan adat Meepago tak bicara selama ini.
Ini parah,” katanya.
Arnol menilai, Meepago tak publish semua, padahal perusahan kelapa sawit yang berkembang di daerah Mudetadi wilayah Pemda Deiyai atau sering disebut (PT PAL Timika), perusahan sawit di daerah Wami dan Sima di Nabire (PT Nabire Baru), dan juga perusahan kayu dan pasir berkembang pesat di daerah Meepago.
Dewan Adat Meepago sebenarnya urus apa? Lantaran itu, Arnol berpandangan, wilayah adat Meepago butuh figur yang berpihak pada masyarakat sebagai korban, karena tak bisa diandalkan figur-figur yang mendapat status di masyarakat kemudian diam dan membisu.
“Saya mendesak kepada Dewan Adat Papua (DAP) untuk segera menghentikan dan ganti dengan Dewan Adat Meepago yang baru untuk urus semua masalah di wilayah adat Meepago,” pinta Arnol berharap.(eby)
Bagikan artikel ini



