NABIRE – Anual Parasit Insiden (API) atau dikenal dengan angka kesakitan malaria, di Kabupaten Nabire diklaim terus menurun. Buktinya, tahun 2015 71,0 persen maka pada juni 2018 turun menjadi 13,36 persen.“Ini data yang sudah masuk per juni, baik dari laboratorium swasta maupun dari puskesmas-puskesmas,” ujar Pengelola Program Malaria Dinas Kesehatan Nabire, Yenny Derek di Nabire. Rabu (26/9/2018).Lanjut Yenny, angka API 13,36 persen Angka Blod Exim Nation Red (ABER) atau angka rata-rata penderita diperiksa seberar 178,44 persen dan Slite Parasit Insiden (SPR) atau jumlah slite positif malaria sebanyak 7,488 persen.Jadi, jika angka nasional 1 per 1000 penduduk  artinya 1000 orang hanya satu positif malaria, maka kita di Nabire dalam 1000 orang hanya mencapai 14 orang.“API diperoleh dari dengan cara jumlah kasus positif dibagi jumlah penduduk lalu  dikalina 1000. kita akan kejar terus agar pada tahun 2020 nabire turun ke angka lima persen penderita malaria,” jelasnya.Menurut dia, pihaknya akan terus berupaya melalui program yang sudah ada seperti pembagin kelambu, penyuluhan kepada masyarakat. Tetapi juga akan ada dibuka Nabire centre pengelola malaria.“Untuk saat ini kita berada di Wilayah Meepago dan pusat centrenya di Timika,” katanya.Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinkes Nabire, dr. Frans Sayori menambahkan memberantas malaria wajid dilakukan oleh seluruh unit layanan kesehatan (Yankes), dengan menggukanan obat anti malaria  (OAM).“Kalau ada yang rasa demam janagn langsung kasih obat lait, harus periksa darah dulu sebab demam belum tentu malaria,” katanya. (pas)