NABIRE - Apa yang menjadi aspirasi dan diusulkan masyarakat Kabupaten Intan Jaya melalui anggota Komisi A DPRP Harun Agimbau saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Intan Jaya dalam pertemuan di Kantor Distrik Sugapa, pada intinya telah diprogramkan Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni-Yann Kobogoyauw.     Hal itu terungkap dalam perbincangan anggota Komisi A Harun Agimbau dengan Wakil Bupati Intan Jaya, Yann Kobogoyauw baik di Guest House dan ruang kerja Wakil Bupati Intan Jaya.   Dalam hal permintaan masyarakat dalam bidang peningkatan perekonomian masyarakat, Wabup Yann Kobogoyauw mengatakan, hal itu menjadi salah satu program prioritas Bupati dan Wakil Bupati. Disamping pembukaan isolasi daerah, pendidikan dan kesehatan.   Salah satu upaya yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Intan Jaya dengan menambah volume subsidi, bila dahulu hanya untuk angkutan orang sekarang ditambah dengan angkutan barang.   “Ini kita lakukan untuk menekan harga barang utamanya barang kebutuhan pokok. Kita tahu bahwa harga kebutuhan pokok di Intan Jaya sangat mahal karena biaya transportasi yang mahal.  Dengan adanya subsidi transportasi untuk barang, kita berharap harga barang bisa ditekan. Barang yang didrop di Sugapa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Barang itu nantinya bisa dibeli oleh masyarakat baik untuk konsumsi langsung ataupun bisa untuk dijual kembali dan sudah tentu dengan harga yang lebih murah yang mampu dijangkau masyarakat,” terangnya.   Terkait pusat jual beli atau pasar, dimana masyarakat Intan Jaya meminta agar pasar yang telah dibangun segera dioperasikan, Wakil Bupati menegaskan pada dasarnya pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah siap untuk mengoperasikan pasar itu.   “Masalah pasar, sekarang pun pemerintah Kabupaten Intan Jaya bisa mengoperasikan, namun masih ada kendala yang harus diselesaikan,” tegasnya.   Menurut Yann Kobogoyauw, pengoperasian pasar yang telah dibangun terkendala oleh tuntutan pemilik tanah (hak ulayat), dimana yang bersangkutan meminta untuk dibangunkan tempat kost.   “Kalau permintaan yang pertama yakni meminta babi kita bisa berikan tetapi permintaan yang kedua yakni minta dibangunkan tempat kost ini yang perlu dipertimbangkan dan dibahas karena menyangkut dana cukup besar. Kita tidak bisa putuskan langsung tetapi harus dibicarakan dengan pihak-pihak terkait karena menyangkut dana yang cukup besar,” ungkapnya.   Menurutnya, permintaan pemilik tanah itu dikarenakan belum pahamnya yang bersangkutan akan arti pembangunan. Namun demikian pemerintah Kabupaten Intan Jaya akan melakukan upaya presuasif untuk melakukan pendekatan terhadap yang bersangkutan dengan memberikan pemahaman akan arti pentingnya pembangunan bagi masyarakat dan masa depan daerah dan masyarakat Kabupaten Intan Jaya.   “Kita akui bahwa masih banyak yang belum mengerti dan memahami arti pentingnya pembangunan, namun kita yakin lambat laun mereka akan mengerti dan kami akan terus melakukan pendekatan presuasif dengan memberikan pemahaman-pemahaman akan pentingnya arti pembangunan di Intan Jaya, bahwa pembangunan bukan untuk pemerintah tetapi pada hakekatnya untuk kepentingan bersama seluruh masyarakat Kabupaten Intan Jaya,” tuturnya.   Dalam hal kesehatan, masyarakat mengusulkan pemberantasan penyakit di Intan Jaya, Wabup Yann Kobogoyauw menyatakan bahwa pemerintah telah berencana untk mendatangkan 5 orang dokter yang akan ditempatkan di Sugapa dan siap melakukan pelayanan di distri-distrik hingga penyakit dapat diberantas.   “Kita memang sudah berencana mendatangkan dokter bahkan 5 orang untuk memberikan pelayanan kesehatan.Kita akan tempatkan di Sugapa dan siap untuk melayani masyarakat di kampung-kampung di distrik-distrik,” katanya.   Terkait pembangunan rumah sakit, Wabup Intan Jaya mengatakan bahwa itu menjadi program jangka menengah Bupati dan Wakil Bupati.   “Rumah sakit juga kita telah pikirkan, namun yang utama sekarang adalah memberantas penyakit terlebih dahulu, baru setelah masyarakat terbebas dari penyakit kita akan bangun rumah sakit.Rencananya kita akan bangun rumah sakit tife D di Sugapa dan itu cukup besar, dan ini merupakan program jangka menengah,” ungkapnya.   Bidang pendidikan juga demikian, pemerintah kabupaten Intan Jaya telah melihat dan memprogramkan bagimana meningkatkan sumber daya manusia, serta membangun sarana dan prasarananya.   Terkait permintaan masyarakat agar adanya perbaikkan dan pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan ibukota Sugapa dengan distrik-distrik, Wabup menegaskan bahwa itu merupakan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati.   “Sebelum kami dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati, salah satu visi misi kita adalah membuka isolasi daerah. Membuka isolasi daerah ini tentu dengan membangun sarana dan prasarana jalan jembatan yang menghubungkan setiap daerah di Kabupaten Intan Jaya. Ini sedang kita laksanakan dan akan terus dilakukan bahkan bukan hanya akses jalan yang menghubungkan antar distrik tetapi juga antar kabupaten seperti Intan Jaya-Paniai, Intan Jaya-Ilaga Kabupaten Puncak Jaya serta dengan kabupaten-kabupaten tetangga lainnya.   Itu semua dilakukan agar sarana mencapai daerah lain tidak bergantung pada sarana transfortasi udara yang membutuhkan biaya tinggi, dengan dibukanya akses darat diharapkan akan mempermuda