Angkat Kesenian Daerah, Ketua ILDI Apresiasi Lomba Line Dance FKACP
Acara yang berlangsung meriah tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) FKACP yang ke-4.

NABIRE – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) Provinsi Papua Tengah, Nancy Worabay, memberikan apresiasi tinggi kepada Forum Komunitas Anak Cucu Perintis (FKACP) Nabire.
Apresiasi ini diberikan atas inisiatif FKACP yang sukses menggelar perlombaan dengan mengangkat potensi kesenian dan tarian khas di Kabupaten Nabire.
Acara yang berlangsung meriah tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) FKACP yang ke-4. Berdasarkan pantauan Papuapos Nabire di lapangan, antusiasme peserta dan penonton tampak begitu besar sepanjang jalannya kompetisi.
Saat diwawancarai pada Senin (12/10/2026), Nancy Worabay menjelaskan pentingnya pemahaman peserta mengenai esensi dari line dance. Ia menegaskan, sejak awal technical meeting, tim juri telah menetapkan kriteria penilaian yang ketat, meliputi ketepatan gerakan tubuh, ketukan kaki hingga kelenturan tangan.
“Line dance itu menari, bukan senam. Tadi dari sekian banyak peserta, masih ada yang gerakannya condong ke arah senam, terutama pada posisi jatuhnya gerakan tangan. Dalam line dance, gerakan (senam) seperti itu tidak diperbolehkan,” ujar Nancy tegas.
Nancy menambahkan, penilaian detail juga dilakukan pada postur dan posisi dasar peserta. Beberapa tim dinilai tampil apik, namun harus kehilangan poin karena kesalahan teknis pada posisi berdiri.
“Ada beberapa kriteria yang kami lihat. Mereka tampil bagus, tapi jatuh (gagal) di posisi kaki. Bagaimana cara mereka berdiri dan memosisikan kaki, itu semua masuk dalam kriteria penilaian,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Ketua DPD ILDI Papua Tengah ini juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang yang berhasil menampilkan teknik line dance terbaik mereka. “Saya ucapkan selamat untuk grup line dance dari Korem yang tadi berhasil meraih juara 1,” pungkas Nancy. (rob)
Bagikan artikel ini



