NABIRE - Laurenzus Kadepa, Anggota Komisi I DPR Papua menanggapi aksi demo yang digelar di Nabire, Kamis (31/3/22) kemarin.

Dalam rilisnya yang diterima media ini, Laurenzus Kadepa, mengatakan, drinya melihat akhir-akhir ini pihak kepolisian berlebihan dalam menghadapi masa demo damai penolakan DOB di Provinsi Papua. 

“Memang tugas, namun kalau sampai ada orang korban ceritanya lain dan banyak pihak yang akan disorot. Contoh kejadian di Yahukimo beberapa waktu yang lalu ada korban meninggal dunia dan luka-luka. Di Kota Jayapura beberapa waktu yang laku tidak diberikan ruang untuk membawa aspirasinya ke kantor DPRP. Dan pada hari ini Kamis, 31 Maret 2022 di Nabire Saya dengar sudah ada yang korban,” ujarnya. 

Kata dia, korban tertembak atau ditembak hanya investigasi pihak independen dan proses hukum yang bisa membuktikan. Ini masalah dan dirinya mengajak dilakukan evaluasi bersama untuk tidak menghalangi masyarakat datang membawa aspirasi. Ruang demokrasi harus dibuka. apapun aspirasinya pemerintah wajib tampung dan menjawab.

Lanjut dia, sepanjang masa aksi damai siap mematuhi protokol kesehatan sah-sah saja. Kenapa tidak larang acara-acara olahraga, resepsi pernikahan, pemerintahan yang melibatkan banyak orang itu jalan terus sedangkan mahasiswa mau sampaikan aspirasi itu selalu ditolak. 

“Bagian-bagian ini yang diluruskan. Masalah pro dan kontra itu sudah biasa jangan menyikapi secara berlebihan,” pungkasnya. (eby)