Anggota DPR RI Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Distrik Kepulauan Nabire
NABIRE – Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Papua, Marthen Douw, menggelar ramah tamah sekaligus s
Bagikan
NABIRE – Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Papua, Marthen Douw, menggelar ramah tamah sekaligus sosialisasi 4 pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tungal Ika dengan mengundang komunitas, tokoh adat, dan masyarakat kepulauan Kabupaten Nabire di Distrik Moora dan Distrik Napan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di 2 kampung yaitu di Kampung Moor Distrik Moora dan Kampung Mosan Distrik Napan. Dalam kegiatan tersebut Marthen Douw menyempatkan bertemu masyarakat dan pendukungnya yang telah memberikan dukungan kepadanya sehingga bisa duduk sebagai anggota DPR RI dari Dapil Papua. Dalam kegiatan sosialisasi 4 pilar ini, Marthen Douw menjadi narasumber utama untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dan arti solidaritas di masyarakat. Sehingga diharapkan masyarakat terus menjaga kerukunan meski hidup dalam kemajemukan. Kegiatan tersebut berlangsung cukup menarik, dikarenakan selain pemaparan dari Marthen Douw selaku narasumber, forum juga dibuka secara umum untuk melakukan sesi tanya jawab. Kegiatan sosialisasi 4 pilar kali ini Marthen Douw menyanggupi permintaan masyarakat agar dapat dilakukan di dua tempat. Mengingat memang kegiatan seperti ini merupakan moment yang langka bagi masyarakat untuk dapat bertatap muka secara langsung dengan seorang tokoh khususnya anggota DPR RI yang berasal dari Papua. Dalam kesempatan ini Marthen Douw juga membagikan buku Kebhinekaan dan Piagam dari MPR RI kepada seluruh peserta kegiatan Sosialisasi 4 pilar. Dalam akhir kegiatan, Marthen Douw berpesan agar masyarakat terus hidup dalam nafas gotong royong yang selama ini sudah berjalan. Kabupaten Nabire yang merupakan miniatur dari Indonesia harus tetap menjaga rasa persatuan dan persatuan dengan asas persaudaraan. Masyarakat tidak boleh membeda-bedakan antara masyarakat dari pegunungan, pesisir, maupun masyarakat pendatang yang tinggal di Kabupaten Nabire. Karena hanya dengan demikian Papua akan tetap aman khususnya di Kabupaten Nabire. Dia juga menyampaikan akan terus menyuarakan kepentingan dan suara masyarakat. “Saya Marthen Douw, saya Papua, saya pergi untuk kembali,” tuturnya. (dre)
Bagikan artikel ini



