Amos Waine: Puncak Tetode Tidak untuk Dibakar, Wajib Direboisasi

DOGIYAI – Puncak Tetode dibakar warga, juga Pouya disampaikan mesti ditanam kembali atau direboisasi. Kedua puncak sebelumnya sudah ada penanaman Kembali, namun dibakar warga itu.
“Dua bukit ini harus dihijaukan Kembali, warga sekitar sampaikan untuk jaga dan tidak boleh untuk dibakar. Sebagai warga Moanemani tidak boleh ada kegiatan sekitar perbukitan lereng gunung ini,” demikian dikatakan Amos Waine di kantornya beberapa waktu yang lalu.
Pohon pelindung kota Moanemani yang ditanam dinas yang bersangkutan ditebang, sehingga Amos meminta untuk tanaman pelidung keindahan kota dan tidak diperkenankan untuk dipotong sekitar jalan dan tidak untuk melakukan pembakaran.
Pohon yang ditanam reboisasi untuk menghasilkan air bersih, di mana dilembah Kamuu yang banyak warga itu, maka pemandangan indah alam semesta perlu diselamatkan dan direstarikan.
Prinsipnya, kata dia, kembali direboisasi penanaman kembali untuk generasi ke depan. Telaga hidup berpindah tempat dulunya, cerita warga asli dan orang tua dulu itu. Lembah Kamuu harus sejuk seperti dulu.
Dan ke depan program yang direncanakan instansi terkait di Moanemani wajib memiliki pepohonan pelindung dan dibatasi oleh beberapa bukit lembah kamu yang luas.
“Harus diisi dengan tamanam. Hal itu, pemerintah dan pihak swasta pengusaha, pihak sekolah merencanakan bersama untuk ke depan Moanemani lembah hijau, diisi juga dengan pepohonan pelindung,” katanya Amos Waine menutup harapannya. (don)
Bagikan artikel ini



