Amankan Aksi Massa Intan Jaya, Polres Kerahkan 650 Personel

NABIRE - Polres Nabire mengerahkan sebanyak 650 personel gabungan untuk mengamankan aksi penyampaian aspirasi yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Nabire. Personel yang terdiri dari TNI, Polri, Brimob dan Satpol PP tersebut akan disebar di lima titik strategis guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif, pada Kamis (23/7/2026).
Kesiapan pengamanan ditandai dengan pelaksanaan apel konsolidasi kesiapan pengamanan yang dipimpin langsung Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., CPHR di halaman Mapolres Nabire, Rabu, 22 Juli 2026. Apel dihadiri Wakapolres Nabire, Kabag Ops, para pejabat utama Polres Nabire serta unsur TNI, Brimob dan Satpol PP.
Dalam arahannya, Kapolres menjelaskan pada awalnya terdapat tiga agenda yang akan berlangsung pada hari yang sama, yakni aksi penyampaian aspirasi mahasiswa gabungan Intan Jaya, aksi penyampaian aspirasi pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Kantor Dinas PUPR Provinsi Papua Tengah serta pelaksanaan eksekusi lahan di kawasan Pasar Karang.
Namun, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri Nabire, pelaksanaan eksekusi lahan di Pasar Karang diputuskan untuk ditunda hingga Selasa pekan depan.
“Dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi, kegiatan eksekusi tanah di Pasar Karang diundur ke Selasa. Sehingga besok kita fokus pada dua kegiatan pengamanan penyampaian aspirasi,” ujar Kapolres.
Kapolres mengatakan, sebanyak 650 personel akan ditempatkan di lima titik pengamanan, yakni SP 1, Jepara II, Siriwini, Pasar Karang dan titik strategis lainnya sesuai rencana operasi. Setiap lokasi akan dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) yang bertugas memastikan kesiapan personel maupun sarana pendukung.
Kapolres menegaskan, seluruh personel harus sudah berada di lokasi sebelum massa tiba.
“Kurang lebih 50 persen keberhasilan pengamanan ditentukan oleh kesiapan kita hadir lebih dulu di lokasi. Jika aparat sudah berada di tempat sebelum massa datang, kita lebih mudah mengarahkan jalannya kegiatan agar tetap tertib,” tegas Kapolres.
Sebelum apel berlangsung, Kapolres bersama Wakapolres, Kasat Intelkam, serta sejumlah pejabat Polres Nabire menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dari suku Mee, Moni dan perwakilan komunitas ojek.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya aksi penyampaian aspirasi dipahami sebagai aksi kemanusiaan yang harus mendapat pelayanan pengamanan secara maksimal.
Selain itu, seluruh pihak sepakat tidak melakukan long march dari lima titik kumpul menuju lokasi aksi karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas maupun membuka peluang munculnya gangguan keamanan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai solusi, Polres Nabire menyiapkan 10unit truk, masing-masing dua unit di setiap titik kumpul, untuk mengangkut massa menuju Kantor DPR Provinsi Papua Tengah.
“Kami siapkan kendaraan agar masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi bisa langsung menuju lokasi dengan aman dan tertib tanpa harus berjalan kaki,” kata Kapolres.
Kapolres juga mengungkapkan, para tokoh adat menyambut positif langkah-langkah yang dilakukan Polres Nabire. Mereka bahkan menyatakan siap hadir di lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus membantu menjaga situasi tetap kondusif.

Menurut Kapolres, apabila terjadi potensi gangguan keamanan, para tokoh adat meminta diberi kesempatan terlebih dahulu untuk melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat sebelum aparat mengambil langkah lanjutan.
AKBP Samuel juga meminta setiap titik pengamanan memiliki tim dokumentasi. Ia juga mengajak insan pers untuk ikut mendokumentasikan jalannya kegiatan sebagai bentuk transparansi sekaligus dokumentasi apabila terjadi dinamika di lapangan.
“Rekan-rekan media selama ini menjadi mitra kami. Dokumentasi sangat penting sebagai bahan evaluasi dan memberikan gambaran utuh apabila ada informasi yang berkembang di luar fakta di lapangan,” ujar Kapolres.
Di akhir arahannya, mantan Kapolres Asmat ini mengingatkan seluruh personel agar menjaga kesehatan, memastikan seluruh kendaraan operasional dalam kondisi siap pakai, termasuk ketersediaan bahan bakar, logistik, pengeras suara serta konsumsi sebelum bergeser ke lokasi pengamanan.
Ia juga mengajak seluruh personel untuk memohon perlindungan kepada Tuhan yang Maha Esa agar seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan aman, damai dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Nabire. (luk)
Bagikan artikel ini



