NABIRE – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah (Paputeng) mengerahkan sebanyak 739 personel gabungan untuk mengamankan aksi penyampaian aspirasi yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Nabire. Personel yang terdiri dari Ppersonil Polda Papua Tengah, personil Polres Nabire, Kodim 1705/Nabire, Batalyon 753, Denzipur, Korem 173/PVB, Lanal Nabire, Brimob Batalyon A, Satgas Operasi Damai Cartenz, Korbrimob III dan Satpol PP tersebut akan disebar di titik-titik strategis guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Kesiapan pengamanan yang dilaksanakan Minggu (2/8/2026) ini, ditandai dengan pelaksanaan apel konsolidasi kesiapan pengamanan yang dipimpin langsung Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Wahyu Kuncoro, S.I.K., M.H., di halaman Mapolres Nabire. Apel dihadiri Wakapolres Nabire, Kabag Ops, para pejabat utama Polda Papua Tengah serta unsur TNI.

Dalam arahannya, Wahyu Kuncoro menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas pengamanan secara profesional, humanis dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. 

Seluruh personel diingatkan untuk tetap mengedepankan pendekatan persuasif, menjaga sinergitas antarinstansi serta menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kemerdekaan menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang perlu kita lindungi. Namun dalam pelaksanaannya tentu ada aturan dan mekanisme yang harus dipatuhi. Di sinilah tugas aparat TNI dan Polri untuk mengawal agar hak tersebut berjalan sesuai ketentuan,” kata Irwasda Polda Paputeng.

Ia menjelaskan, apel dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh personel. Pengamanan mengacu pada Perkap Polri Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

Seluruh personel, baik TNI maupun Polri diingatkan agar bertindak sesuai rantai komando. Tidak diperbolehkan ada tindakan yang dilakukan atas inisiatif pribadi. “Tidak ada yang bergerak secara individu. Semua tindakan harus berdasarkan perintah pimpinan,” tegasnya.

Menurutnya, massa aksi diperkirakan akan berkumpul di dua titik, yakni Pasar Karang dan Hotel Adamant. Dari lokasi tersebut massa berencana menyampaikan aspirasi ke Kantor MRP Papua Tengah.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, aparat akan melakukan penyekatan, massa tidak diperkenankan melakukan long march menuju lokasi tujuan.

Pengamanan juga dibagi ke tujuh titik sesuai skema yang telah disusun. Penempatan personel dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa di berbagai lokasi.

Irwasda juga meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis selama bertugas. Irwasda mengingatkan peserta aksi merupakan bagian dari masyarakat yang harus tetap dihormati hak-haknya.

“Bapak Kapolda berpesan agar pelaksanaan pengamanan dilakukan secara harmonis. Bagaimana pun mereka adalah saudara-saudara kita. Kita sebagai pelayan, pelindung, pengayom dan abdi negara berkewajiban memberikan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Irwasda.

Irwasda juga mengajak seluruh personel menjadikan tugas pengamanan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan ibadah kepada Tuhan yang Maha Esa. Dengan kesiapan tersebut, diharapkan seluruh rangkaian aksi damai dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif, sehingga hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap terlindungi, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban umum. (luk)