NABIRE – Guna memberikan menjamin dan mengamankan tahapan pencoblosan hari H Pemilu, Pilpres dan Pileg 17 April 2019 mendatang, di 1.128 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebar di dua kabupaten, Nabire dan Dogiyai, Polres Nabire menurunkan sebanyak 632 personel gabungan. Hal ini seperti ditegaskan Wakapolres Nabire Kompol Steyven J Manopo, S.IK, mewakili Kapolres Nabire ketika menjadi narasumber pada acara dialog Nabire menyapa, yang digelar RRI Pratama Nabire, Kamis siang kemarin. Dikatakan, pelaksanaan pengamanan Pemilu Serentak tahun 2019 ini, Polri bersama unsur TNI dan stakeholder lainnya telah siap mengamankan agenda nasional dimaksud, khususnya di wilayah hukum Polres Nabire. Dari jumlah TPS yang ada, lanjut Steyven Manopo, baik di Nabire dan Kabupaten Dogiyai sekitar 1.128 TPS sistem keamanan yang digunakan yakni sistem keamanan melekat. Artinya, mengingat jumlah personel Polri yang kurang, akan dilaksanakan patroli mobile pada hari pencoblosan hingga perhitungan nantinya. Sementara itu, untuk jumlah personel yang diturunkan sekitar 397 personel dari Polres Nabire, baik itu yang ada di Polsek-Polsek ditambah atau dibackup 150 personel dari TNI dan 45 personel Brimob Den C Nabire serta 40 personel tambahan BKO Polda Papua. “Pada prinsipnya pihak Polres Nabire siap mengamankan pelaksanaan Pemilu serentak di wilayah hukum Nabire dengan kekuatan personel penuh atau 2/3 anggota yang ada dijajaran Polres Nabire,” tegasnya.(wan)