Alasan Keamanan, Penerbangan Rombongan Ketua DPRK Intan Jaya Balik ke Nabire

NABIRE – Karena alasan faktor keamanan di sekitar Bandara Sugapa, rombongan Ketua DPRK Intan Jaya akhirnya harus kembali ke Nabire. Pesawat yang ditumpangi rombongan Ketua DPRK Intan Jaya batal mendarat di Bandara Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, dan pada Kamis (15/5/25) sekitar pukul 12.50 WIT kembali mendarat di Bandara Douw Aturure Nabire.
Hal ini seperti dikatakan anggota DPRK Intan Jaya dari Komisi A, Sandra Migau, ST, saat menghubungi media ini, Kamis (15/5/25) kemarin.
Sandra menceritakan, Kamis (15/5/25) pagi rombongan yang terdiri dari Ketua DPRK Intan Jaya, Yosep Tapani, Wakil Ketua I, Titus Kobogau, Sekwan Intan Jaya, Jakop Sondegau, Ketua Komisi A, Esen Kogoya, Ketua Komisi B, Onesa Bagau, Ketua Fraksi PAN, Lewi Duwitau, anggota Komisi A dari kursi pengangkatan Otsus, Sandra Migau, ST, anggota Komisi B, Benyamin Kobogau, Marianus Tayapa, anggota Komisi A, Yusak Agimbau, Eli Mirip dan anggota Komisi C, Simson Weya, bertolak dari Bandara Douw Aturure Nabire dengan tujuan Bandara Sugapa.
Keberangkatan rombongan, kata Sandra, untuk menjalankan tugas di tempat tugas di Kabupaten Intan Jaya. Salah satunya untuk mengecek konflik yang belakangan masih terjadi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Saat pesawat diperkirakan sudah dekat dengan wilayah Homeo, dari sambungan komunikasi di pesawat mendapat informasi dari aparat di Bandara Sugapa yang menyebutkan situasi keamanan tidak memungkinkan untuk pesawat mendarat di Bandara Sugapa. Mendapat informasi itu, lanjut Sandra, pesawat yang ditumpangi rombongan Ketua DPRK Intan Jaya pun putar balik menuju Bandara Douw Aturure Nabire.
“Sekitar jam 1 kurang 10 menit rombongan kembali mendarat di Bandara Nabire. Waktu kami terbang sudah dekat Homeo, dapat kabar dari Bandara Sugapa kalau situasi keamanan tidak memungkinkan untuk pesawat mendarat di Bandara Sugapa. Akhirnya pesawat yang kami tumpangi berputar arah dan terbang kembali ke Bandara Douw Aturure Nabire,” tutur Sandra kepada media ini.
Sandra mengaku setelah pihaknya mendarat di Bandara Douw Aturure Nabire sempat mendapat telepon dari Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, yang menanyakan kenapa rombongan DPRK Intan Jaya ini tidak jadi ke Sugapa. Perihal informasi adanya faktor keamanan yang membuat pesawat kembali ke Nabire, kata Bupati Aner Maisini, seperti diucapkan oleh Sandra, menyebutkan jika di Sugapa kondisi aman-aman saja.
Dikonfirmasi media ini soal kembalinya rombongan DPRK Intan Jaya yang disebut karena alasan faktor keamanan, Bupati Aner Maisini menuturkan jika kondisi di Sugapa aman-aman saja. Walaupun ada tindakan penyisiran yang dilakukan oleh pihak aparat keamanan, itu lokasinya jauh dari wilayah Kota Sugapa.
“Di Sugapa situasi aman-aman saja ini,” tegas Bupati Intan Jaya, Aner Maisini.(media online humas)
Bagikan artikel ini



