Akibat Lambat Dibangun Gedung 2 Lantai, 288 Murid SMPN 4 Jadi Korban Efektif KBM
NABIRE - Telah kita ketahui bersama bahwa semenjak bulan Juli tahun 2019 silam telah dilakukan kegiatan pembangunan 12 Ruangan Kelas Baru (R
Bagikan
NABIRE - Telah kita ketahui bersama bahwa semenjak bulan Juli tahun 2019 silam telah dilakukan kegiatan pembangunan 12 Ruangan Kelas Baru (RKB) berlantai dua milik SMP Negeri 4 Nabire dan semenjak itu pula pihak sekolah membagi waktu sekolah untuk pagi dan siang hari dan dari 18 ruangan kelas yang ada itu dibagi menjadi dua. Dimana, ada 9 kelas yang diberikan kesempatan untuk sekolah atau masuk pagi hari, sementara 9 kelas lainnya yang terdiri dari 288 murid diberikan kesempatan untuk sekolah atau masuk di siang hari, sebab ada 6 ruang kelas yang dibongkar dan selanjutnya dibangun gedung atau RKB berlantai dua. Dengan demikian kini sudah satu semester lebih 288 murid yang terdiri dari 9 kelas itu menjadi korban. Pertama adalah korban jam efektif Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dimana dari satu jam belajar yang efektif 40 menit dapat berkurang hingga 30 menit dan ini dapat berlaku untuk semua matapelajaran di hari efektif KBM setiap hari jam pelajaran. Demikian hasil investigasi wartawan media ini, atas keterlambatan waktu pembangunan dua lantai RKB SMPN 4 Nabire, sementara korban kedua adalah biaya atau ongkos yang dikeluarkan oleh orang tua (Ortu) murid sebagai biaya transportasi ojek maupun angkutan umum lainnya bagi anak-anak mereka yang masuk atau sekolah siang. Sehingga dari pengurangan jam belajar yang biasanya 40 menit yang berkurang menjadi 30 menit atau berkurang 10 menit, membuat pencapaian target kurikulum sudah tidak bisa dimaksimalkan lagi sesuai harapan dan target dari kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah di setiap jenjang atau satuan pendidikan. Sementara hal lain yang menjadi akibat dari keterlambatan pembangunan RKB dua lantai milik SMPN 4 Nabire ini adalah, kemampuan fisik guru yang bertugas mengajar dari pagi hingga siang dan sore hari secara pasti akan berkurang atau terkuras habis di sekolah untuk melayani 288 murid yang sekolahnya di siang hari, karena harus standby dari pagi hingga siang hari. Untuk itu, diharapkan kepada pihak kontraktor yang telah ditunjuk atau mendapatkan atau menang lelang proyek pembangunan RKB dua lantai milik SMPN 4 Nabire, diharapkan secepatnya dapat menyelesaikan pembangunan yang ada agar proses KBM bisa kembali berjalan normal dan bisa ada kecapaian dari target kurikulum yang ada.(des)
Bagikan artikel ini



