NABIRE - Akibat angin kencang pada beberapa bulan lalu yang menimpah kota Nabire dan sekitarnya, ada 4 ruang kelas SD Negeri/Inpres Waroki yang mengalami kerusakan berat atau fatal. Di mana sejumlah atap daun senk jebol dan terbawa tiupan angin, sementara kelas lain juga mengalami kerusakan ringan.

Dari kerusakan berat 4 ruang kelas dan lainnya yang juga mengalami kerusakan ringan, membuat pihak sekolah mengambil komitmen dan Keputusan bersama, bahwa di awal tahun pelajaran 2026/2027 pihak sekolah membatasi penerimaan murid baru dengan fokus pada ruang kelas yang ada saja. Sebab ruangan lain mengalami kerusakan serius yang tidak bisa digunakan.

Untuk itu, Kepala sekolah SDN/Inpres Waroki, Maria Goreti Ghunu, S.Pd, yang ditemui Papuapos Nabire, Rabu (10/06/2026) di Lapangan SMP Negeri 3 Nabire mengatakan, semenjak adanya musibah angin kencang dan ada kerusakan fatal pihak sekolah telah melaporkan langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire melalui laporan lisan dan terulis.

Namun, hingga saat ini belum juga ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nabire melalui dinas pendidikan, sementara diketahui bersama bahwa berdasarkan data SDN/Inpres Waroki dibangun pada 23 Oktober 1983 dan hingga saat ini belum juga direhap maupun pembangunan gedung kelas baru.

Sehingga dengan langkah pembatasan penerimaan murid baru pada awal tahun pelajaran 2026/2027, bukan atas inisiatif sekolah, tetapi dengan adanya kerusakan 4 ruang kelas yang fatal dan juga kelas lain yang rusak ringan, sehingga pihaknya tidak ingin ada masalah bagi anak-anak saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung. (des)