NABIRE - Semangat kebersamaan dan komitmen untuk pemberdayaan perempuan berkobar di Aula SD Muhammadiyah lantai dua Nabire, Rabu (18/06/2025). Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Nabire sukses menggelar resepsi Milad Aisyiyah ke-108 yang dirangkaikan dengan pembukaan Baitul Arqam Aisyiyah, sebuah agenda penting untuk penguatan kader di wilayah tersebut.

Acara berlangsung meriah ini dihadiri oleh puluhan kader Aisyiyah, guru-guru TK ABA dan SD Muhammadiyah, serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Makimi dan Uwapa.

Ketua Panitia Pelaksana, Anna Fadilah, S.Pd, S.Tp, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Baitul Arqam yang sebelumnya telah dilaksanakan di Jayapura pada Desember 2024.

"Resepsi Milad dan pembukaan Baitul Arqam Aisyiyah Nabire ini merupakan rencana tindak lanjut dari kegiatan Baitul Arqam yang telah dilaksanakan di Jayapura," ujar Anna Fadilah.

Ia menambahkan, PDA Nabire memang telah merencanakan tindak lanjut ini di bulan Juni 2025 sebagai wujud nyata komitmen terhadap pengembangan kader.

Selain itu, Anna Fadilah juga menjelaskan bahwa acara ini sekaligus menjadi momen untuk menyemarakkan Milad Aisyiyah ke-108 yang jatuh pada tahun ini.

Total peserta yang hadir dalam kegiatan ini mencapai 60, terdiri dari 32 kader Aisyiyah di Kabupaten Nabire. Serta 23 orang guru TK ABA dan SD Muhammadiyah, dan 5 orang dari PCA Makimi dan Uwapa, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari berbagai elemen Aisyiyah.

Anna Fadilah juga memaparkan transparansi terkait sumber dan penggunaan dana kegiatan. Ia menyebutkan bahwa dana yang terkumpul sebesar Rp7.500.000, ditambah dengan bantuan berupa 5 karton air mineral gelas.

Penyediaan makan malam, makan pagi dan penutupan masing-masing untuk 65 porsi juga menjadi bagian dari dukungan yang diterima.

Dengan pengeluaran kegiatan sebesar Rp6.150.000, panitia berhasil menyisakan saldo sebesar Rp1.350.000, menunjukkan pengelolaan keuangan yang baik.

Setelah sambutan ketua panitia, acara dilanjutkan dengan pembacaan sejarah Aisyiyah yang disampaikan dengan penuh khidmat oleh Emiyatun, S.Pd.

Emiyatun mengisahkan, awal perkembangan Aisyiyah bermula dari perkumpulan ‘Sapa Tresna’ yang dirintis oleh Nyai Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1914.

Perkumpulan ini awalnya adalah kelompok pengajian dan kegiatan belajar mengajar untuk perempuan, yang kemudian secara progresif berkembang menjadi organisasi perempuan yang aktif dalam pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup kaum perempuan yang lebih luas di seluruh Indonesia.(sam/amd)