TIMIKA – Konflik berkepanjangan yang selama berbulan-bulan mengguncang Distrik Kwamki Narama akhirnya berakhir damai. Dua kubu keluarga yang sebelumnya terlibat pertikaian sepakat mengakhiri konflik dan membuka lembaran baru demi menjaga keamanan, persatuan dan masa depan masyarakat setempat.

Prosesi perdamaian yang berlangsung di Kwamki Narama, pada Rabu (24/06/2026) tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Jozanda, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak, anggota DPRK Papua Tengah Gerson Wandikbo dan Yohanis Kemong, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan warga dan berlangsung khidmat dan penuh nuansa adat.

Sebagai simbol berakhirnya konflik, dilakukan ritual adat panah babi yang dilanjutkan dengan pematahan panah oleh Kapolres Mimika dan Dandim 1710/Mimika. 

Prosesi kemudian ditandai dengan penandatanganan kesepakatan damai oleh kedua kubu (kubu Newegalem dan kubu Dang) sebagai bentuk komitmen untuk tidak lagi terlibat dalam pertikaian.

Ketua MRP-PT Agustinus Anggaibak, saat dihubungi wartawan Papuapos Nabire melalui via telepon mengatakan, perdamaian di Kwamki Narama diharapkan menjadi awal baru bagi masyarakat untuk kembali hidup berdampingan secara harmonis, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

“Mari kita bangun daerah ini. Tidak boleh lagi membawa alat perang agar pembangunan bisa berjalan dan kita tetap baku sayang sesama Papua dan warga Nusantara,” ujar Anggaibak.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Mimika, Kapolres dan Dandim Mimika semua pihak yang telah membantu, sehingga perdamaian ini bisa selesai dengan aman secara adat. (rob)