NABIRE - Kepala Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Papua Tengah mengatakan akan melaksanakan program prioritas dengan target pada tahun anggaran 2026. 

Dikatakan Kepala Dinas Admindukcapil Provinsi Papua Tengah, Albert Iyai, SE, saat ditemui Papuapos Nabire, Rabu (28/1/26) di ruang kerjanya, program tahun 2026 ini akan ada kolaborasi dengn Dukcapil di delapan kabupaten untuk pendataan Orang Asli Papua (OAP) sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2021.

Alberth menambahkan, ada program prioritas yang memang harus punya target, terutama yang penting sekali pendaftaran penduduk. 

“Pendaftaran penduduk itu artinya bagaimana kami dapat menjangkau ke seluruh kabupaten yang ada di Papua Tengah guna mencapai target sesuai dengan DPT yang ada, yang belum terdata,” ujarnya.

Di mana, lanjut dia, supaya masyarakat masing-masing mempunyai data atau identitas yang jelas. Sehingga yang bersangkutan dapat diketahui secara jelas, nama dan tempat tinggal termasuk kabupatennya supaya bisa diketahui. 

Sehingga pada saat-saat tertentu atau ketika ada bantuan dari pemerintah provinsi, pusat ataupun dari daerah, tidak menjadi sebuah tantangan bagi yang bersangkutan.

“Itu tujuannya. Program lain yang saya mau sampaikan soal pendataan orang asli Papua atau OAP yang hingga saat ini sedang diupayakan untuk mendata secara menyeluruh di 8 kabupaten dengan pendekatan dengan Dukcapil kabupaten dan OAP harus terdata maksimal,” tandasnya.(rob)