Adara Khairunisa, Harmoni Hafalan dan Suara Emas dari Papua Tengah Menuju Panggung Nasional

NABIRE – Di tengah semarak perhelatan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) I Tingkat Provinsi Papua Tengah yang pertama kali digelar di ibu kota provinsi, sebuah nama bersinar terang, yakni Adara Khairunisa. Gadis belia ini bukan sekadar pemenang biasa, ia adalah salah satu dari lima mutiara yang akan mewakili Papua Tengah di kancah STQH tingkat nasional di Kendari, Oktober mendatang.
Ini adalah pencapaian monumental, mengingat kategori yang dijuarainya adalah Hifdzil (Hafalan Al-Qur’an dan Tilawah), sebuah kombinasi keahlian yang sangat langka. Dalam dunia musabaqah, menggabungkan kesempurnaan hafalan dengan kemerduan suara dan ketepatan tajwid dalam tilawah. Muhyidin, ayah Adara menjelaskan pada Selasa (15/07/2025) kemarin. "Banyak penghafal yang tak memiliki suara pendukung dan banyak qari’ yang hafalannya belum mumpuni," Adara, dengan kemampuannya memadukan keduanya, adalah pengecualian yang langka dan mengagumkan.
STQH pertama di Papua Tengah ini menjadi saksi bisu perjuangan 7 dari 8 kabupaten se-provinsi. Dibuka dan ditutup langsung Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, perhelatan akbar ini menandai sejarah baru bagi provinsi termuda di Indonesia ini.
Meski sang tuan rumah, Nabire, harus merelakan Piala Bergilir Gubernur Papua Tengah dibawa pulang oleh Kabupaten Mimika sebagai juara umum, Nabire tetap patut berbangga. Suksesnya penyelenggaraan acara akbar ini adalah bukti kapasitas Nabire sebagai tuan rumah perdana.

Lebih dari itu, Nabire berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih 5 juara 1, diantaranya Adara lewat hifdzil satu juz putri.
Perjalanan Adara untuk mencapai titik ini bukanlah jalan tol mulus. Putri kedua dari pasangan Muhyidin dan Susanti ini, mulai menjejakkan kakinya di dunia tartil dan hafalan Al-Qur’an sejak kelas 3 SD. Di TPA Baitul Atiq asuhan Ummi Ester, ia berhasil menuntaskan hafalan satu juz pertamanya, sebuah fondasi kokoh untuk perjalanan spiritualnya.
Liku-liku perlombaan telah ia jalani, membentuk mental juaranya. Dari hanya meraih juara harapan di lomba Tartil Masjid Al-Muhajirin, Adara bangkit dan menjuarai lomba Tartil Qur’an tingkat Kabupaten Nabire di Islamic Center.
Ketertarikannya pada tilawah pun mulai tumbuh di TPA Baitul Atik. Ia memberanikan diri mengikuti lomba Hifdzil (hafalan dan tilawah) dan mengukir serangkaian prestasi yang terus meningkat: Juara Harapan 1 Hifdzil 1 juz dan Tilawah Putri STQ 2021 (Masjid Al Muhajirin Nabire), Juara 1 Tartil Anak Putri MTQ 2022 (Islamic Center Nabire), Juara 3 Hifdzil 1 juz dan Tilawah Putri STQ 2023 (Masjid Al Hidayah Girimulyo), Juara 3 Tilawah Anak Putri MTQ 2024 (Masjid Al Falah), juara 1 Hifdzil satu Juz STQ 2025 (Masjid Babussalam Kalibobo).
Dan puncaknya, ketekunan dan kegigihan itulah yang mengantarkan Adara Khairunisa menjadi juara 1 STQH I tingkat Provinsi Papua Tengah kategori Hifdzil satu Juz di Islamic Center beberapa hari yang lalu.
Kemenangan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan juga tiket emas baginya untuk melenggang ke STQ tingkat nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025 nanti.
Dengan bakat alami dan semangat pantang menyerah, Adara Khairunisa adalah representasi harapan dan kebanggaan dari Papua Tengah. Ia membawa serta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk mengharumkan nama provinsi di kancah nasional.
Semoga Adara dapat menorehkan tinta emas dan menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk mencintai Al-Qur'an serta melestarikan seni tilawah. Papua Tengah menanti kabar baik dari Kendari.(sam)
Bagikan artikel ini



