Ada Sejumlah Hal, Plt Sekda Terus Beri Perhatian ke BLUD RSUD Nabire

NABIRE - Dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkwalitas dan peningkatan rasa nyaman serta peningkatan kebersihan lingkungan di Badan Layanan Unit Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire terus memberikan perhatian ke RSUD dengan terus melakukan kunjungan.
Di mana, hal pertama soal kebersihan rumah sakit, sehingga para penjual pinang maupun jualan lainnya selama ini ada di depan rumah sakit telah diminta tidak lagi berjualan di depan pintu-pintu masuk dan keluar rumah sakit, terutama bagi para penjual pinang.
Hal lain yang menjadi perhatian Plt Sekda Nabire, yakni semua sampah yang ada di rumah sakit agar segera diangkat ke Tempat Pembuangan Sampah Akhr (TPA) yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan bau di seputar rumah sakit.
Dan mulai tahun 2026 mendatang, semua sampah yang ada di rumah sakit sudah menjadi tanggung jawab pihak ketiga, bukan lagi diangkut oleh pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire, sehingga semua tugas dan pelayanan serta penanganan sampah menjadi tanggung jawab pihak ketiga.
Dikatakan Plt Sekda Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, kepada Papuapos Nabire, di sela-sela Perayaan Natal hari kedua di kediamannya, semua pengunjung maupun keluaga pasien dilarang untuk membawa pinang ke area rumah sakit, termasuk dalam ruangan IGD, bansal maupun ruangan VIP dan perawatan lainnya.
Untuk itu, selaku Plt Sekda Kabupaten Nabire tidak melang masyarakat untuk makan atau konsumsi buah pinang, tetapi harus makan dengan hormat dan jangan asal membuang ludah pinang disembarang tempat termasuk di lantai, parit dan dinding rumah sakit.
Sementara terkait keamanan, untuk tahun 2026 mendatang akan langsung dijaga oleh petugas keamanan dari Komando Denzipur 12/OHH Nabire dan semua pengunjung maupun keluar pasien akan diperiksa dan saat masuk harus menggunakan kartu identitas diri dan keluarga pengunjung akan dibatasi hanya 5 orang saja dan penjaga pasien juga hanya 2 orang.
Sedangkan terkait pelayanan pada dua bulan lalu hingga tahun 2025 mendatang, semua keluarga pasien yang membeli obat di apotik luar langsung dikembalikan uangnya oleh pihak Rumah Sakit Nabire melalui Apotik Rumah Sakit pada hari itu juga, bukan besok atau lusa yang penting bukti pembelian obat di apotik luar harus jelas.
Sementara soal pelayanan lain yang juga menjadi perhatian Plt Sekda soal pelayanan yang dimulai dari IGD, bansal hingga ruangan-ruangan kelas VIP, di mana dirinya (Plt Sekda) meminta agar pelayanan terus ditingkatkan dan lebih penting adalah pelayanan prima.(des)
Bagikan artikel ini



