NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd mengakui hingga saat ini baru 85% guru yang telah dirapid tes.

Sementara ada 15% guru yang belum dirapid tes anti gen, sehingga dirinya selaku kepala dinas akan memberikan pengawasan agar semua guru di 6 distrik wajib mengikuti rapid tes anti gen.

Diakui kepala dinas dari data 85% guru yang telah mengikuti rapid tes anti gen rata–rata ditemukan lebih banyak guru yang non reaktif dan bagi guru yang ditemukan positif.

Selaku kepala dinas telah berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah agar guru yang bersangkutan diberikan ijin khusus dengan karantina mandiri selama dua minggu di rumah masing-masing.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, kepada Papuapos Nabire akhir pekan lalu seraya menambahkan, bagi guru yang tidak mau mengikuti rapid tes antigen tidak diperbolehkan masuk sekolah apalagi masuk kelas.

Apabila telah semua guru dapat mengikuti rapid tes, selaku kepala dinas akan meminta laporan dari masing–masing kepala sekolah di semua satuan jenjang pendidikan.

Untuk itu, dari data sementara ada 15% guru yang belum rapid tes anti gen dapat diupayakan agar dalam minggu depan berjalan ini, sudah harus semua mengikuti rapid, terutama guru di sekolah-sekolah yang berada di 6 distrik.

Diakui kepala dinas, pada awalnya ada beberapa sekolah kecil yang sangat keberatan soal dana, namun hal itu telah diambil langkah atau kebijakan dan pada akhirnya sekolah kecil juga gurunya telah dirapid tes anti gen, tutur Pasang.(des)