7 Tahun Asrama SMP N 1 Napan Jalan Tanpa Bantuan dan Perhatian Pemerintah
NABIRE - Hingga saat ini belum ada perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Nabire terhadap operasional asrama pelajar yang ada di lingkungan pendidikan SMP N 1 Napan. Sementara kehadiran asrama ini sangat besar bagi anak-anak yang datangnya dari kampung-kampung yang berj
Bagikan
NABIRE - Hingga saat ini belum ada perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Nabire terhadap operasional asrama pelajar yang ada di lingkungan pendidikan SMP N 1 Napan. Sementara kehadiran asrama ini sangat besar bagi anak-anak yang datangnya dari kampung-kampung yang berjauhan dari pusat ibu kota distrik.
Asrama pelajar yang ada ini telah dibangun Dinas Pendidikan Provinsi Papua, demi menjawab permasalahan tempat tinggal bagi anak-anak yang lulusan SD dan hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan SMP dan SMA. Namun persoalan tempat tinggal kadang membuat anak mengambil keputusan untuk pulang kampung alias tidak mau sekolah lagi.Sehingga untuk saat ini telah dibangun salah satu sentral pendidikan, ada TK/PAUD, SD, SMP dan SMA dalam satu kompleks pendidikan. Pada setiap hari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dapat digunakan satu lonceng masuk, istirahat dan satu lonceng pulang. Diharapkan dari asrama yang ada ini sebagai jawaban bagi mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan.“Untuk mencari dana dan makan bagi 60 anak-anak di asrama SMP N 1 Napan terpaksa kepala sekolah harus meminta minta demi anak–anak bisa makan dan terus bersekolah untuk mengapai cita-cita di masa depan kelak,” kata Kepala SMP N 1 Napan, Petrus J. Marey, S.Pd kepada Papuapos Nabire di ruangan kerjanya.Dan 60 anak-anak yang tinggal di asrama ini adalah anak-anak dari Kampung Moor, Totoberi, Masipawa dan beberapa kampung lainnya yang kampungnya jauh dari pusat pendidikan SMP dan SMA. Sehingga anak-anak dikumpulkan dalam asrama, sementara untuk biaya makan menjadi tugas dan tanggung jawab kepala sekolah.Bahkan sebagai kepala sekolah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah Kabupaten Nabire. Namun ada salah seorang pejabat di Nabire yang mengatakan, asrama pelajar di Napan tidak memiliki aturan yang jelas. Sehingga tidak bisa diatur untuk mendapatkan bantuan lewat dana Otsus maupun APBD Kabupaten Nabire.“Dengan demikian harapan kami agar di distrik-distrik yang berjauan dengan ibu kota kabupaten haruslah dibangun sentral pendidikan agar anak-anak yang ada di kampung–kampung bisa melanjutkan pendidikan. Di Kota Nabire kami belum temukan pusat atau sentral pendidikan seperti yang ada di Napan saat ini,” tuturnya.Untuk itu selama 7 tahun kepala sekolah hanya bisa meminta–minta uluran tangan dari pihak mana saja agar 60 anak bisa makan dan melanjutkan sekolah. Dan selama 7 tahun ini belum juga ada bantuan dan perhatian dari pemerintah kabupaten. Sementara anak-anak yang dididik ini adalah anak-anak masyarakat dari Kabupaten Nabire yang kelak mereka juga akan pintar dan bangun daerah ini.(des)
Bagikan artikel ini



