7 Kepala Suku Pesisir dan Kepulauan Datangi Kantor KPU
NABIRE - Dengan difasilitasi Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire, tujuh kepala suku dan sejumlah ahli warisnya mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire guna menyampaikan aspirasi. Ketujuh kepala suku pesisir dan kepulauan serta perwakilan LMA Nabire i
Bagikan
NABIRE - Dengan difasilitasi Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire, tujuh kepala suku dan sejumlah ahli warisnya mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nabire guna menyampaikan aspirasi. Ketujuh kepala suku pesisir dan kepulauan serta perwakilan LMA Nabire ini diterima Ketua KPU, Petrus Rumere, S.Sos, Sekretaris KPU Michael Mote, SE.,M.Hum dan 2 anggota Oktovianus Takimai dan Oktovina Karubui.
Didepan ketua dan anggota serta Sekretaris KPU, mereka menyampaikan aspirasi dengan sejumlah alasannya, Senin (11/5) sore. Seusai pertemuan dengan KPU Nabire, perwakilan 7 kepala suku Agustinus Banggo yang juga Kepala Suku Umari kepada Papuapos Nabire menyatakan, maksud kedatangan dari 7 Suku Kepulauan dan Pesisir menyampaikan dan menyatakan kepada KPU Nabire agar dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Bupati dan Wakil Bupati Nabire agar putra asli Nabire khususnya dari 7 suku diprioritaskan.“Kepada KPU, kami dari 7 suku di kepulauan dan pesisir serta LMA Kabupaten Nabire telah menyampaikan aspirasi agar kami dari 7 suku diprioritaskan dalam Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Nabire,” tuturnya.“Kami dari 7 suku telah menyiapkan calon bupati dan calon Wakil Bupati Nabire periode 2015-2020 dan kami minta adanya prioritas dan dukungan, bukan saja dari KPU, tetapi juga dari bupati dan Muspida karena sebagai anak adat Nabire kami telah lama terpinggirkan,” ungkapnya.Oleh karena itu, dalam Pemilukada periode ini kami meminta semua pihak, bupati, Muspida dan KPU memahami akan hak-hak kami sebagai anak asli Nabire dan memberikan kesempatan kepada kami untuk memimpin dan mengurus Nabire.“Sudah lama kami terpinggirkan dalam percaturan politik pemerintahan di Nabire yang nota bene-nya merupakan tanah kami, kami ingin menjadi tuan di negeri sendiri. Oleh karena itu, berikan kepada kami kesempatan untuk menjadi bupati dan wakil bupati yang telah kami siapkan untuk maju di Pemilukada 2015-2020,” imbuhnya.Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan LMA Nabire, Andris Uriway, A.Md, mengatakan LMA Kabupaten Nabire memfasilitasi 7 Kepala Suku Pesisir dan Kepulauan untuk bertemu dengan KPU sekaligus menyampaikan aspirasinya dan diterima dengan baik oleh ketua dan anggota serta Sekretaris KPU Nabire.“Kami dari LMA memfasilitasi 7 Kepala Suku Pesisir dan Kepulauan yang nota bene-nya putra-putra asli Nabire untuk menyampaikan aspirasi dalam rangka Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati periode 2015-2020,” ungkapnya.“Sebagai anak-anak asli Nabire yang memiliki hak atas tanah ini, mereka ingin mendapat prioritas untuk memimpin daerahnya sendiri. Kepada KPU, mereka juga telah menyampaikan kepada KPU bahwa 7 suku menyiapkan calon bupati dan Wakil Bupati Nabire dalam Pilkada 2015-2020. Mereka meminta KPU untuk memprioritaskan calon yang mereka bawa,” tuturnya.Ditambahkan Agustinus Banggo, seraya meminta kepada rekan-rekan Papua migran dan pegunungan untuk memahami dan mengerti sekaligus memberi kesempatan kepada putra asli Nabire untuk menjadi pemimpin, mengurus Nabire sebagai tanahnya sendiri serta mengatur dan menjadi tuan di negeri sendiri.*Dukung dengan Tetap Mengacu pada AturanSementara itu, Ketua KPU Nabire Petrus Rumere saat dikonfirmasi di ruang kerjanya setelah pertemuan dengan 7 kepala suku dan sejumlah ahli warisnya serta LMA Nabire mengatakan, KPU Nabire menerima dengan baik aspirasi yang disampaikan.“Kami menerima dengan baik aspirasi yang disampaikan 7 kepala suku dan LMA Nabire, namun selaku penyelenggara kami KPU Nabire tetap mengacu pada rel aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.“Siapapun yang menyampaikan aspirasi ke KPU, kami siap menerima, namun demikian agar semua memahami bahwa KPU tidak bisa keluar dari aturan perundang-undangan yang ada. Kami tidak ingin ada permasalahan dikemudian hari ketika kami keluar dari rel aturan,” pungkasnya. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



