DOGIYAI - Vita diduga salah satu majikan tempat prostitusi di Moanemani, Kabupaten Dogiyai, yang sebelumnya digrebek Bupati Dogiyai, Yakobus Odiyaipai Dumupa, Jumat (13/11/20), membongkar sejumlah tempat hiburan plus penampung para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang kini sedang bergiat di Moanemani.

  “Bukan saya sendiri usaha itu, saya baru memulai usaha tiga bulan digrrbek sedangkan tempat-tempat hiburan lainnya sudah berjalan setahun lebih, namun aman-aman saja.

Kalau mau digrebek sekalian kami semua,” pinta Vita kepada wartawan di Samabusa, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Minggu (15/11/20).

    Selain dirinya, Vita meyebutkan masih ada enam tempat yang diduga masih menjalankan usaha hiburan plus prostitusi yakni milik Nindi, Abai Gun, Sinta, Acong, dan Bunda Key semuanya beroperasi di Kota Moenamani.

Lantaran itu, Vita keberatan jika ia digrebek dan diperintahkan tinggalkan Dogiyai, sedangkan yang lain tidak.

Tentunya terkesan tebang pilih.

   “Pemkab Dogiyai seharusnya tidak tembang pilih ya, karena kegiatan usaha yang sama juga dilakukan oleh keenam tempat hiburan lainnya.

Jika tempat saya ditutup, maka 6 tempat lainnya juga ditutup," tandasnya. 

Bupati Dogiyai Yakobus Odiyaipai Dumupa membantah adanya tebang pilih dalam penutupan tempat hiburan plus seks komersial.

  “Tidak ada tebang pilih dan semuanya akan ditutup.

Jangan ada lagi kegiatan prostitusi dalam wilayah Kabupaten Dogiyai,” pungkas Bupati Dumupa, kepada wartawan via chat whastapp, Selasa (17/11/20).

Bupati Dumupa menyampaikan terima kasih kepada Vita yang telah membuka semua tempat prostitusi kepada khalayak umum terutama kepada Pemkab Dogiyai.

Pasalnya ia tak mengetahui tempat-tempat protitusi itu ada di Kabupaten Dogiyai.

   “Kami tidak tahu sebanyak itu ada di Moanemani. Kami tahu hanya satu itu juga karena ada di pinggir jalan raya.

Tetapi saya berterima kasih kepada Ibu Vita karena bisa membuka semua kegiatan amoral ini kepada publik dan terutama kepada Pemda.

Kami akan tutup semua dan pulangkan semua ke tanah asal,” katanya.

Ditegaskan bupati, jangan ada usaha cari makan di Kabupaten Dogiyai dengan berjualan alat kelamin.

Apalagi usaha itu didirikan secara ilegal tanpa ada laporan dan izin dari pemerintah Kabupaten Dogiyai.

   Siapapun yang membuka usaha ini segera berhenti dan meninggalkan Kabupaten Dogiyai.

     “Saya tiba di Dogiyai 6 kegiatan amoral itu saya akan tutup dan pulangkan mereka ke tanah asal,” tegas Bupati Dumupa. (eby)