NABIRE - Di tengah wabah pandemi virus Covid-19 yang lagi melanda hampir seluruh dunia, kini kembali 6 guru Sarjana Mengajar Dengan Hati (SMDH) yang bertugas di SMP Negeri 1 Napan kembali mempertanyakan haknya berupa honor melalui kepala sekolah (Kepsek).

 Untuk itu, Kepsek SMPN 1 Napan Petrus Semuel Jap Marey tidak bisa berbuat banyak, sebab honor bagi guru SMDH ini dibiayai langsung melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) Kabupaten Nabire.

 Sehingga untuk menjawab hal ini, dirinya selaku kepala sekolah harus berkoordinasi lagi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, sementara kita ketahui bahwa program Pemerintah Kabupaten Nabire yang disebut program SMDH ini sangat membantu jalannya pendidikan di daerah terpencil.

 Demikian dikatakan Kepala SMPN 1 Napan Petrus Semuel Jap Marey kepada Papuapos Nabire, akhir pekan lalu seraya menambahkan, jika 6 guru SMDH yang bertugas di SMPN 1 Napan nasibnya sudah begini, apalagi dengan 100 orang lainnya yang juga mungkin nasibnya sama.

 Sehingga selaku kepala sekolah meminta langkah dan kebijakan dari Kepala Dinas Pendidkan Kabupaten Nabire, karena kini kita sudah masuk pada bulan kelima di tahun 2020, tetapi hingga saat ini belum ada titik terang soal gaji atau honor dari para giru SMDH.

 Sementara diketahui oleh kita bersama, bahwa 100 guru yang diangkat oleh pemerintah daerah melalui program SMDH sangat luar biasa hasil kerjanya di lapangan dengan menjawab kekurangan dan kekosongan tenaga guru di daerah terpencil, terluar dan tertinggal.

 Namun nasibnya hingga kini sudah memasuki bulan kelima di tahun 2020 belum juga jelas, sementara kebutuhan keenam guru SMDH bersama 100 orang lainnya di tengah wabah Covid-19 tentunya membutuhkan banyak hal atau kebutuhan hidup, tetapi pemerintah daerah belum juga memberikan kejelasan soal hak mereka.(des)