5 Pelajar Salah Satu SMA Nabire Terjaring Rasia Satpol PP
NABIRE – Lima pelajar salah satu SMA Negeri di Nabire terjaring rasia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nabire. Kelima
Bagikan
NABIRE – Lima pelajar salah satu SMA Negeri di Nabire terjaring rasia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nabire. Kelima pelajar ini kedapatan membolos dan berada di salah satu kantin di belakang sekolah itu. Kelimanya kemudian digiring ke Kantor Dinas Pendidikan setempat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, mengatakan kelima anak tersebut membolos dan ditangkap Satpol PP di belakang sekolahnya.“Mereka kena rasia Satpol PP. Saat kejadian mereka berada di sebuah kantin di belakang sekolah, padahal saat itu jam pelajaran sedang berlangsung,” ujar Pasang kepada awak media di kantornya usai memberi nasehat kepada kelima siswa yang ditangkap pada Senin (24/2).Dijelaskan Pasang, kerja sama Dinas Pendidikan dan Satpol PP sejak awak tahun 2020 guna melakukan patroli khusus terhadap siswa yang suka membolos di saat jam pelajaran sedang berlangsung. Hal ini perlu dilakukan mengingat di Nabire ada titik–titik tertentu manjadi tempat berkumpulnya siswa di saat belajar. Seperti warung atau tempat lain yang biasanya dijadikan pertemuan siswa.“Mereka biasa berkumpul, ada yang merokok bahkan mabuk. Ini termasuk ada warung kantin yang disinyalir menjual rokok dan minuman keras kepada siswa. Hal ini yang kita ingin berantas dan ini masuk ke program utama Dinas Pendidikan,” jelas Pasang.Selain program utama menertibkan siswa di Nabire, terang Yulianus Pasang, para kepala sekolah dan guru juga termasuk di dalam program penertiban. Seperti guru–guru yang jarang di tempat tugas.Untuk itu kedepannya jika ada siswa yang terulang dan kedapatan membolos saat jam pelajaran berlangsung maka siswa bersangkutan akan dimasukan saja ke sel tahanan Satpol PP. Dan untuk guru dan kepada sekolah perlu ada evaluasi dari dinas, apakah dia sanggup atau tidak memeimpin sebuah sekolah. Sebeb maju tidaknya sekola adalah tergantung Kepseknya. Maka evaluasi dan diganti orangnya.“Salah satunya adalah ada 100 kepala sekolah yang diganti sebab saat sidak mereka jarang di tempat. Dan bagi Kepsek dan guru yang tidak melaksanakan tugas dengan baik akan saya tahan gajinya. Dan sekalipun ada sisa potongan di bank misalnya, akam kami tahan dan bila perlu yang bersangkutan berususan dengan penegak hukum,” terangnya.Untuk itu, Pasang berpesan kepada para kepala sekolah di daerah ini agar sungguh–sungguh menjadi pelayan yang prima. Mengingat seorang Kepsek adalah penentu maju tidaknya satu sekolah dan disiplin sekolah bersangkutan. Sehingga Kepsek harus benar–benar pembina di sekolahnya, baik kepada guru maupun para siswanya.Sedangkan adanya kantin di samping sekolah yang sering membuka jualannya bagi siswa pada saat proses belajar mengajar, Pasang meminta agar dihentikan saat pelajaran berlangsung. Jika kedapatan, maka pihaknya akan meminta ke Bupati Nabire untuk dibongkar saja usahanya.Hal ini mengingat disinyalir ada kantin yang memang sengaja nakal dan menjual rokok serta minuman keras kepada siswa. Sehingga bila kedapatan akan ditindak tegas. Karena mereka menghancurkan masa depan anak muda di Nabire.“Jadi Kepsek dan guru harus laksanakan tugas sebaik mungkin demi memajukan dunia pendidikan di Nabire. Yang kantin di luar jam sekolah, terutama kantin yang di luar pagar sekolah jangan main–main, kami akan tindak tegas,” tandasnya.Sementara itu, salah seorang kepala sekolah saat dipanggil Kadis Pendidikan terkait kelima siswanya, enggan berkomentar. Ia hanya mengatakan malu karena ada siswanya yang suka mengkonsumsi Miras dan susah diatur.Dan saat diminta awak media untuk wawancara, jawab dia “Nanti wawancara Pak Kadis saja,” kata dia. (pas)
Bagikan artikel ini


