NABIRE - Kepala SMP Negeri 1 Napan Petrus Semuel Jap Marey secara tegas mengatakan, terhitung memasuki tahun ketiga kantor Distrik Napan tidak pernah dibuka-buka atau tidak ada aktfitas dari kepala distrik hingga para stafnya. Dan dikabarkan Kantor Distrik Napan hingga saat ini dipagari rumput di seputar halaman, sementara dalam isi ruangan menjadi tempat sarang laba–laba dan juga lebah. Untuk itu, selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) dirinya bertanya kira–kira selama ini adminitrasi perkantoran Distrik Napan dikerjakan pada ruangan atau kantor mana, sebab dari awal pelatikan kepala distrik hingga saat ini Kantor Distrik Napan tak pernah dibuka. Demikian dikatakan Petrus Semuel Jap Marey kepada Papuapos Nabire, Selasa (10/3), di seputar Kantor Dinas Pendidikan Nabire seraya menambahkan, kalau di kota Nabire Polisi Pamong Praja (Pol PP) bisa tegakan aturan absensi di semua kantor, akan tetapi di Kantor Distrik Napan tidak?. Untuk itu, selaku aparat yang sudah sekian lama bertugas di Napan sebagai guru meminta agar Bupati Nabire kembali menata kepala distrik dan seluruh ASN yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Bupati dan bertugas di Napan, tetapi selama tidak berada di tempat tugas. Dan Bupati Nabire seharusnya memberikan teguran atau peringatan tegas  bagi ASN yang tidak pernah berada di tempat tugas dan melaksanakan tugas, berupa penahanan gaji atau hak mereka, karena kewajiban selaku ASN di wilayah Distrik Napan tidak pernah dilaksanakan. Sebab, selama ini selaku kepala sekolah bersama dewan guru dan juga petugas Puskesmas dan semua guru tingkat SD sangat sulit berkomunikasi dengan staf distrik, apalagi kepala distriknya, sehingga selaku ASN merasa cemburu, karena guru dan petugas kesehatan ditegur jika tak melaksanakan tugas, sementara kepala distrik dan stafnya malah dibiarkan, namun haknya lancar-lancar saja diterima.(des)