NABIRE – Tiga (3) rumah staf kantor Distrik Teluk Umar di Yeretuar terlantar, rumah sudah ditutupi rumput tinggi. Masyarakat setempat tak mau lagi membersihkan halaman karena tidak staf yang tinggal di Yeretuar.Masyarakat Kampung Yeretuar saat Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi ke Distrik Teluk Umar sepekan lalu melaporkan tiga unit rumah pegawai staf distrik, satunya berupa mess sudah terlantar sejak lama. Karena tidak ada staf distrik yang tinggal di Yeretuar dan menempati fasilitas yang sudah ada. Menurut masyarakat, sudah tidak mau bersihkan lagi karena kalaupun staf datang bersama dengan kepala distrik, mereka tidak tinggal di rumah yang sudah ada tetapi mereka tinggal di rumah kepala distrik. Mereka datang dan pergi ke kota Nabire lagi bersama kepala distrik.Warga mengatakan, kalaupun kepala distrik bersama ke Yeretuar ada kunjungan dari pejabat di kabupaten dan saat upacara 17 Agustus. Begitu selesai kunjungan dari kota, mereka juga balik ke kota setelah pejabatkembali ke kota.Kondisi serupa juga terjadi di Distrik Napan. Saat Komisi C DPRD Kabupatn Nabire melakukan Kunker Komisi ke Distrik Napan sepekan lalu juga, masyarakat  mengatakan staf distrik juga tidak aktif bertugas di Napan. Para staf lebih memilih tinggal di kota Nabire sehingga fasilitas perumahan staf juga sudah mulai rusak.Dalam pertemuan dengan Komisi C di Kantor Distrik Napan, masyarakat menilai petinggi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire tidak mengawasi bawahannya dengan benar dan baik sehingga guru dan staf distrik di mana-mana terkesan tidak berada di tempat tugas.Masyarakat menilai, akibat tidak adanya monitoring dan kunjungan dari Kepala Dinas Pendidikan untuk memonitor guru di lapangan dan Bupati Nabire untuk mengecek dan melihat dari dekat para kepala ditrik bersama stafnya di distrik, guru dan staf diri juga melakukan ulahnya sendiri-sendiri.Tetapi, seandainya, Kepala Dinas dan Bupati rajin ke distrik, staf dan guru bakal aktif di tempat tugas.Anggota DPRD Nabire, Aten Madai menilai sekalipun kepala dinas dan bupati tidak ke distrik, seharusnya kepala distrik berada di distrik menjadwalkan kegiatan upacara setiap Senin di sekolah, di kantor dan di setiap yang dihadiri oleh Tripika setempat bersama staf distrik. Bila perlu setiap kampung juga mendapat giliran untuk upacara bersama guru dan aparat pemerintah lainnya.Aten mengatakan di Topo, ada jadwal untuk apel setiap hari Senin yang dibagi di kantor dan di sekolah sehingga kesempatan itu Tripika bersama staf hadir dalam apel tersebut. Oleh karena itu, pengalaman Topo bisa ditiru juga oleh distrik lain untuk  mengajak guru dan staf berada di tempat tugas.Oleh sebab itu, Aten menegaskan, kepala distrik harus betah di tempat tugas, tinggal dan hidup bersama dengan warga sekitarnya. (ans)