NABIRE - Senin (8/5/23) secara resmi SMPN 1 Nabire mengumumkan hasil Ujian Sekolah (US) bagi 278 murid kelas IX yang menjadi peserta US di akhir tahun pelajaran 2022/2023 ini.

Kepala Sekolah SMPN 1 Nabire, Pilemon Musendi, S.Pd, M.Pd, dalam sambutannya mengatakan, sejarah berdirinya SMPN 1 Nabire semenjak tahun 1971 hingga saat ini telah menamatkan 50 angkatan lulusan dan dijabat oleh tiga kepala sekolah. Kepala sekolah pertama dijabat oleh (Alm) Sukijo, BA yang menjabat kepala sekolah SMPN 1 Nabire selama 30 tahun. Kedua dijabat oleh Wagita, BA yang menjabat selama 10 tahun dan terakhir dijabat oleh Pilemon Musendi, S.Pd, M.Pd selama 19 tahun.

Sehingga kepada 278 murid kelas IX yang dinyatakan lulus 100% ini yang merupakan angkatan ke-50 berdirinya SMPN 1 Nabire boleh dikatakan angkatan lulusan emas. Dimana angkatan emas ini telah mengikuti US dengan baik dan tuntas.

Kepala sekolah dan dewan guru mengharapkan kepada 278 orang tua murid agar anak-anak dibina dan didukung terus guna melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk itu diharapkan tidak ada perbedaan pilihan antara orang tua dan anak-anak.

“Kami pihak sekolah SMPN 1 Nabire mengharapkan agar orang tua mencari sekolah SMA dan SMK yang tepat sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman. Karena hari ini kita dengar hasil US dan juga pihak sekolah menyediakan Surat Keterangan Lulus (SKL) dan juga buku Raport.

Dengan harapan setelah pulang dari acara pengembalian peserta didik di hari ini, orang tua dan anak-anak tidak harus pikir soal persiapan persyarat. Tetapi tinggal melengkapi syarat lain dan langsung mendaftarkan putra dan putrinya ke sekolah lanjutan atas SMA atau SMK,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Yusak Jumadiono, S.Pd, M.Pd selaku pengawas pembina juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik antara orang tua murid dan pihak sekolah selama kurang lebih 3 tahun pelajaran.

Dirinya selaku pengawas pembina mengharapkan agar 278 murid SMPN 1 Nabire yang telah lulus ini harus terus didukung oleh orang tua murid. Sebab lulusan SMP/MTs bukan akhir dari pendidikan, tetapi ada jenjang berikutnya yakni ke SMA atau SMK serta ke perguruan tinggi. (des)