200 Personil Amankan Aksi Damai Mahasiswa Puncak di Nabire
NABIRE - Sebanyak 200 personil gabungan Kepolisian Resor (Polres) Nabire mengamankan jalannya aksi longmars damai mahasiswa Puncak se Indonesia di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Jalan Pepera, Nabire, Kamis (10/04/2025) kemarin.

NABIRE - Sebanyak 200 personil gabungan Kepolisian Resor (Polres) Nabire mengamankan jalannya aksi longmars damai mahasiswa Puncak se Indonesia di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Jalan Pepera, Nabire, Kamis (10/04/2025) kemarin.
Sekitar ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Papua Tengah menggelar aksi damai ini, bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dan mempertanyakan perkembangan penanganan kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di wilayah Papua dan penarikan atau pendropan TNI di Puncak.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi terhadap jalannya aksi damai dari mahasiswa Puncak itu yang berjalan aman dan lancar, hingga kembali ke asrama mahasiswa yang terletak di sekitar Jalan Jakarta, Karang Mulia, Distrik Nabire itu.
Puji Tuhan, Alhamdulillah, dari awal hingga akhir kegiatan penyampaian aspirasi oleh adik-adik mahasiswa ini berjalan dengan baik dan tertib. Koordinasi yang baik antara Korlap dan pihak Polres sangat membantu menjaga ketertiban umum, ujar Kapolres Nabire, di sela-sela aksi di halaman Sekwan DPRP Papua Tengah, Jalan Pepera Nabire.
AKBP Samuel Tatiratu menjelaskan, bahwa massa aksi yang berjumlah sekitar 150 peserta menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Mereka mengikuti seluruh arahan aparat, termasuk dalam hal pengaturan lalu lintas selama longmars. Mereka menggunakan lajur kiri dan tidak menguasai seluruh badan jalan, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas masyarakat, ujarnya kepada awak media.
Pihak Polres Nabire bersama dukungan dari Polda Papua Tengah menurunkan sekitar 200 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi demo damai tersebut. Karena hanya satu titik aksi, pengamanan bisa difokuskan dan rekayasa arus lalu lintas pun berjalan efektif, tambahnya.

Kapolres Nabire tak lupa mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang hendak melakukan aksi serupa di masa mendatang untuk selalu menjaga komunikasi dan koordinasi dengan aparat keamanan.
Menurutnya, keterlibatan aktif Koordinator Lapangan (Korlap) dalam mengarahkan massa sangat penting agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik, tanpa mengganggu ketertiban umum.
Jalan raya ini milik masyarakat umum, bukan hanya milik peserta demo. Maka dari itu, kita harapkan semua aksi dilakukan dengan perencanaan dan koordinasi yang baik, tegas AKBP Samuel, yang juga mantan Kapolres Dogiyai itu.
Setelah menyampaikan aspirasi di Sekwan DPRP Papua Tengah, para gabungan mahasiswa Puncak ini kembali ke asrama dan tempat tinggal mereka menggunakan kendaraan yang difasilitasi pihak kepolisian. Pembubaran massa pun berjalan tertib, tanpa insiden.
Ini menjadi contoh positif bahwa penyampaian aspirasi bisa dilakukan secara damai dan tertib. Terima kasih untuk kerjasama semua pihak dalam aksi ini, pungkas Kapolres Nabire.(wan)
Bagikan artikel ini



