17 Juli 2025, Momen Bersejarah Pesawat Batik Air Airbus A320 Mendarat Perdana di Bandara Douw Aturure

NABIRE - Pesawat Batik Air jenis Airbus A320, Kamis (17/07/25), telah mendarat dengan selamat di Runway Bandara Douw Aturure Nabire. Pesawat Batik Air Airbus A320 dengan nomor flight 8264 dari Mimika menuju Nabire dan disambut baik oleh Gubernur dan Forkopimda Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H, mewakili masyarakat Papua Tengah mengucapkan syukur dan menyampaikan terima kasih kepada Direktur Lion Group, Direktur Angkutan Darat, Agustinus orang hebat.
Gubernur Meki juga menyapa kepada Abang Daniel selaku senior di penerbangan. “Daniel ini dulu saya bertemu masih managing direct atau Direktur Lion Group, sekarang sudah jadi Presiden Direktur Lion Group dan tidak salah, saya dengan beliau cukup lama kenal, pernah juga menolong saya untuk bisa maju Bupati Paniai dan dapat PKB,” ujarnya.
Jadi Partai Kebangkitan Bangsa, lanjut Meki, Daniel yang kasih ke Meki Nawipa untuk maju Bupati Paniai dan sekarang selamat datang. "Saya sudah Gubernur di sini," tambah Meki.
Jadi kalau Lion Group masuk sini itu bagian dari keluarga. “Kita ini bagus dan kita ini sekarang sentralnya Papua, ke sini satu jam dari Jayapura. Papua Tengah Nabire dan Timika itu sentral, jadi kalau Dirjen Perhubungan Udara bisa kasih lagi rute Makassar-Nabire itu akan lebih enak itu dan jadi persaingannya mantap,” katanya.
Lanjutnya, ada opsi memilih Batik atau Sriwijaya. Pemerintah hanya mau percepatan pertumbuhan ekonomi rakyat. Jadi negara hadir melalui airline ini untuk bagaimana menolong masyarakat supaya akses cepat, konektivitas, dan pertumbuhan ekonomi.
"Jadi saya hari ini rasa bangga, tiba-tiba saya dengar tadi malam Bupati Timika telepon saya, saya salah satu VIP. Jadi Bupati Timika, Kakak Daniel, Agustinus, Meki Nawipa itu satu komplotan besar, dengan Batik bisa masuk di sini, jadi terima kasih banyak,” imbuh Meki.

Gubernur Meki Nawipa juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, seperti Isaias Douw dan lainnya. “Sekarang yang ada adalah bagaimana kita mengisi pembangunan dan kemerdekaan ini melalui percepatan pembangunan, jalur udara, jalur laut dan jalur darat supaya bangsa kita ini menuju 2045 Indonesia emas,” pungkasnya.(rob)
Bagikan artikel ini



