11 Ekor Sapi Kurban Bantuan Presiden Didistribusikan ke 8 Kabupaten di Papua Tengah

NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai menyalurkan bantuan kemasyarakatan berupa hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia menjelang Hari Raya Idul Adha. Penyerahan bantuan sapi kurban tersebut dilaksanakan secara simbolis oleh Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Papua Tengah, Drh. Rafael Heri Nugroho, pada Senin (25/05/2026) di Nabire.
Pada tahun ini, Provinsi Papua Tengah mendapatkan alokasi total sebanyak 11 ekor sapi kurban dari Presiden. Dari jumlah tersebut, 1 ekor sapi dikhususkan untuk tingkat provinsi yang akan diserahkan kepada pengurus Masjid Agung Al-Falah Nabire, sementara 10 ekor sapi lainnya didistribusikan ke kabupaten-kabupaten di wilayah Papua Tengah, di mana masing-masing kabupaten mendapatkan bantuan 1 ekor sapi, kecuali Kabupaten Puncak dan Mimika, masing-masing 2 ekor sapi.
Rafael Heri Nugroho menjelaskan, mekanisme distribusi hewan kurban ini dirancang dengan sangat matang. Pihaknya harus menyesuaikan metode pengiriman dengan kondisi geografis dan aksesibilitas masing-masing daerah tujuan agar seluruh bantuan dapat tiba dalam keadaan baik.

Untuk wilayah yang dapat diakses dengan transportasi darat, seperti Kabupaten Deiyai, Dogiyai dan Paniai, proses distribusi logistiknya mulai bergerak sejak Senin sore melalui jalur darat. Sementara itu, khusus untuk Kabupaten Mimika, proses penyerahan sapi kurban dari presiden akan dilakukan secara langsung di wilayah daerah tersebut.
Perlakuan berbeda diterapkan untuk wilayah pegunungan yang memiliki tantangan geografis tinggi, meliputi Kabupaten Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya. Di ketiga wilayah tersebut, proses pemotongan hewan kurban akan dilakukan terlebih dahulu di masjid yang telah ditunjuk oleh panitia setempat, kemudian daging kurban yang sudah siap akan dikirimkan ke daerah tujuan menggunakan transportasi pesawat udara.
Terkait kebijakan pengadaan, Rafael membeberkan untuk Kabupaten Puncak, pihaknya terpaksa tidak membeli hewan kurban dari peternak di daerah setempat. Keputusan ini diambil setelah hasil verifikasi faktual di lapangan menunjukkan bahwa bobot sapi yang ada di wilayah tersebut belum berhasil memenuhi kriteria standar yang ditetapkan oleh sekretariat presiden.
“Salah satu kriteria utama sapi bantuan Presiden adalah harus berbobot besar dan berada dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil verifikasi tim kami di lapangan, sapi-sapi yang berhasil memenuhi syarat ketat tersebut sebagian besar berasal dari peternak di Kabupaten Nabire,” ujar Rafael.

Tahun ini, bobot sapi bantuan presiden yang disalurkan tergolong sangat masif, yakni berkisar antara 500 kilogram hingga mencapai 900 kilogram per ekor. Meski tahun ini didominasi pasokan dari Nabire, Rafael menegaskan tidak menutup kemungkinan pada tahun depan proses seleksi akan diprioritaskan di daerah masing-masing jika para peternak lokal mampu menghasilkan sapi dengan bobot yang lebih berat.
Jenis sapi kurban yang didistribusikan kali ini sangat beragam, mulai dari peranakan Ongole, Limousin, Simental hingga Sapi Bali, di mana seluruhnya telah dinyatakan sehat dan layak setelah melewati pemeriksaan fisik serta klinis oleh dokter hewan.
Menyangkut keamanan distribusi jalur darat, Dinas Peternakan sejauh ini memang belum berkoordinasi dengan aparat kepolisian, namun komunikasi intensif terus dibangun bersama panitia masjid dan pemerintah daerah setempat guna memastikan kelancaran seluruh proses di lapangan. (amd)
Bagikan artikel ini



