Home Pemda Nabire Bahas Temuan Awal BPK RI, Pemkab Nabire Komitmen Pertahankan WTP

Bahas Temuan Awal BPK RI, Pemkab Nabire Komitmen Pertahankan WTP

suroso  Rabu, 9 September 2020 9:27 WIT
Bahas Temuan Awal BPK RI, Pemkab Nabire Komitmen Pertahankan WTP
 NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar Rapat Membahasan Temuan Awal BPK RI Perwakilan Provinsi Papua atas Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Tahun Anggaran 2019 Kabupaten Nabire di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Nabire, Selasa, (08/09/20). Rapat dipimpin Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos., MAP didampingi  Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Daniel Maipon, S.STP., Inspektur Kabupaten Nabire, Yohanes Ramandey, S.H, dan dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi  Perangkat Daerah (OPD), Kepala Distrik dan Bendaharawan se-Kabupaten Nabire. Bupati Isaias menjelaskan, pemeriksaan oleh BPK RI atas laporan keuangan sebuah daerah itu rutin dilakukan setiap tahun dalam rangka perbaikan dan penyerpurnaan. “Tahun 2019 ini, sebagaimana biasanya, ada beberapa temuan awal BPK RI yang terkait dengan administrasi dan pelanggaran. Kita rapat hari ini untuk menjawab itu semua untuk perbaikan ke depan.” “Kepada OPD terkait agar segera menjawab dalam jangka waktu 60 hari. Terkait dengan ASN yang telah pindah tugas dan yang sudah pensiun tetapi gajinya masih dibayarkan agar segera dicek. BPK RI berikan catatan agar mereka yang sudah pindah tugas ke kabupaten lain dan yang sudah pensiun agar gajinya diberhentikan,” kata Bupati Isaias. Selain itu, Bupati meminta agar terkait dengan temuan awal dana BOS, JKN di Puskesmas serta kelebihan pembayaran dana kampung serta adminstrasi lainnya agar segera diselesaikan. Komitmen Pertahankan WTP Bupati Isaias menjelaskan, “Selama lima tahun mulai dari tahun 2010-215, pada periode pertama kepemimpinan saya, saya fokus untuk melakukan pendataan atau istilahnya sensus aset Kabupaten Nabire yang terdapat di distrik-distrik sebelum Nabire dimekarkan (Paniai lama), yakni mulai dari Mulai, Ilu, Ilaga, Paniai, Wagethe, Moanemani, Mapia dan Nabire. Hasilnya, selama 6 tahun itu, kami selesaikan aset senilai satu trilyun enan milyard. Ini adalah pekerjaan yang diapresiasi oleh BPK RI.” “Setelah urusan aset ini selesai, kami fokus pada pembenahan keuangan daerah. Puji Tuhan, periode kedua kepimpinan kami, tahun 2016, kami dapat opini Wajar Tanpa Mengecualian (WTP), tahun 2017 juga dapat WTP, tahun 2018 dapat WTP dan kemarin tahun 2019 juga dapat opini WTP dari BPK RI. Ini adalah hasil kerja seluruh OPD, hasil kerja kita semua. Saya menyampaikan terima kasih,” kata Isaias disambu tepuk meriah oleh seluruh pimpinan OPD, Kepala Distrik dan Bendaharawan se-Kabupaten Nabire yang hadir pada rapat itu. Bupati Isaias mengajak, seluruh OPD untuk terus bekerja keras untuk mempertahakan opini WTP pada tahun 2020. “Kita harus komitmen pertahankan kinerja kita, bila perlu tingkatkan untuk pertahankan opini WTP. Saya yakin kerja sama dari kita semua kita bisa pertahankan opini WTP yang sudah kita peroleh 4 kali berturut-turut ini,” kata Bupati Isaias. Bupati juga secara khusus memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Nabire, Slmat, S.E., M.Si serta seluruh tim anggaran dan jajarannya atas kerja keras dan usaha-usaha yang dilakukan selama ini untuk menyehatkan keuangan daerah Kabupaten Nabire. (humas.nabirekab.go.id)
suroso  Selasa, 30 Agustus 2022 23:28
Papua Dalam Permainan Sio (Persio) Penuh Korban
*) Oleh : Anton Agapa (TOA)
suroso  Selasa, 24 Januari 2023 20:3
Saatnya Orang Papua Jaga Alam dan Lestarikan Budaya
SAATNYA kita! Orang Asli Papua (OAP) hentikan kerusakan alam yang sebagai pelindung kehidupan dan lestarikan budaya menurut pikiran Alam Orang Papua. Karena Alam dan budaya adalah manusia yang selalu memberi stamina tubuh manusiaagar tetap mempertahankan budaya nafas kehidupan kita diatas alamnya itu sendiri, di Papua.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Aksi Damai Tolak Pj Gubernur Papua Tengah
suroso  Selasa, 8 Nopember 2022 23:46
Bupati Imbau Sitkamtibmas Kondusif Jelang Nataru
suroso  Kamis, 17 Nopember 2022 0:6
Mahasiswa PGSD Kelas Jauh Apresiasi Pemda Deiyai
suroso  Selasa, 8 Nopember 2022 23:27
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan