Home Paniai Mahasiswa Paniai Pertanyakan Bantuan Covid-19 Dari Pemkab

Mahasiswa Paniai Pertanyakan Bantuan Covid-19 Dari Pemkab

suroso  Senin, 15 Juni 2020 7:24 WIT
 Mahasiswa Paniai Pertanyakan Bantuan Covid-19 Dari Pemkab

PANIAI – Mahasiswa asal kabupaten Paniai mempertanyakan bantuan Covid-19 dari pemerintah daerah yang sampai saat ini belum terealisasi.

Seperti yang disampaikan Koordinator Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa kabupaten Paniai (IPMAPAN), Deki Derek Degei, kepada Nabire.Net.

Deki mengatakan, beberapa waktu lalu, ia diminta untuk mengumpulkan nomor Whatsapp setiap Badan Pengurus Mahasiswa di berbagai kota studi.

Hal itu bisa diselesaikan tanggal 13 April 2020. Kemudian ada instruksi untuk membuat grup Whatsapp, hal itu pun telah dilakukan.

Beberapa hari kemudian ada instruksi untuk mengirimkan data mahasiswa disertai nomor rekening.

Selang dua minggu ada informasi bahwa mahasiswa disuruh menunggu pengiriman dana.

Namun hingga saat ini dana yang dijanjikan belum terealisasi.

“Semua data pelajar dan mahasiswa Paniai yang saya himpun dari setiap BPH masing-masing kota studi sudah saya kirimkan kepada bupati, Kepala dinas Sosial, terus Operator Dinas Sosial, akan tetapi hingga sampai sekarang belum ada respon dan reaksi apapun,” kata Deki.

Kata Deki, sebagian besar mahasiswa sementara masih berada di tanah air Papua, yang telah terdata sebanyak 603 adalah pelajar dan mahasiswa yang masih berada di kota studi masing-masing saat ini. Artinya masih banyak yang belum terdata.

“Kami mau sampaikan dengan jujur bahwa kami tidak takut mati karena Covid-19, tetapi kami khawatir jangan sampai kelaparan melanda kami di tanah rantau sehingga kesehatan tubuh jiwa raga kami merosot.

Kami juga sampaikan, bahwa belakangan ini setiap BPH telah melaporkan sedang kehabisan pulsa listrik (token) serta bahan makanan.

Maka kami minta Pemerintah daerah jangan pernah menahan uang yang sudah menjadi bagian pelajar dan mahasiswa, karena itubukan uang pejabat daerah,” tegas Deki, “Terakhir sebatas mengingatkan bahwa setiap kontrakan yang pernah pemda sediakan setahun yang silam sekarang sudah tiba masa berakhirnya yaitu pada bulan Juni 2020 ini. Tolong! Tolong! Tolong!,” harap Deki. (ist)

suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan