Home Advetorial Alvin Nugraha (Caleg DPR RI): Masyarakat Merindukan Era Pak Harto

Alvin Nugraha (Caleg DPR RI): Masyarakat Merindukan Era Pak Harto

suroso  Jumat, 5 April 2019 20:35 WIT
Alvin Nugraha (Caleg DPR RI): Masyarakat Merindukan Era Pak Harto
CIANJUR – H. Alvin Nugraha, SH, MKn, LLM, calon legislatif (caleg) Partai Berkarya daerah pemilihan (dapil) Jabar II nomor urut 6, punya cara menarik menghimpun pendukung, yaitu menggratiskan pembuatan akta koperasi bagi warga Cianjur. “Sampai saat ini sebelas koperasi sudah saya buatkan surat keputusan badan hukumnya dan tanpa bayaran,” kata Alvin Nugraha, pembina LSM Paguyuban Pamacan ini, saat dihubungi Jumat 4 April 2019. Belakangan, Alvin Nugraha juga menggratiskan pembuatan akta pendirian yayasan. Langkah ini membuatnya banyak berhubungan dengan pesantren, ulama, serta para habaib di Cianjur, dan banyak berdiskusi dengan mereka. Menggratiskan pembuatan akta bagi koperasi dan yayasan dilakukan Alvin Nugraha sejak masuk ke Partai Berkarya. Alasannya sederhana, ingin sebisa mungkin membantu masyarakat kecil, pesantren, dan mendekatkan diri ke ulama dan habaib di Cianjur dan Kabupaten Bogor. “Saya banyak berdialog dengan mereka dan masyarakat di desa-desa, setiap dialog itu saya selalu bertanya kepada masyarakat 'enakan zaman Pak Harto atau saat ini?, mereka rata-rata mengatakan enakan zaman Pak Harto, di era Pak Harto tidak berisik. Keamanan terjaga, cari uang gampang, harga bahan pokok terjangkau.” ungkap Alvin Nugraha menirukan jawaban masyarakat. Menurut Alvin, dalam setiap dialog itu pula ia memperkenalkan Partai Berkarya dan visi-nya. Partai Berkarya, peserta pemilihan umum (Pemilu) 2019 nomor urut 7, didirikan Tommy Soeharto – putra bungsu almarhum Presiden Soeharto.  Pak Tommy, demikian Tommy Soeharto disapa pendukungnya, mengusung cita-cita Pak Harto, yaitu menjadikan Indonesia adil-makmur, mandiri pangan dan energi. “Di setiap kampanye, atau saat pertemuan informal dengan masyarakat, saya selalu katakan Partai Berkarya punya program ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal,” ujar  warga Cipanas, Jawa Barat itu.  Menurut Alvin Konsep ekonomi kerakyatan merupakan konsep perekonomian dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Dan kearifan lokal adalah tradisi bertani dan berusaha yang telah ada di masyarakat, yang harus dikembangkan dengan pendekatan modern. Tidak sekadar menggratiskan pembuatan akta, Alvin Nugraha juga terlibat dalam pembangunan ekonomi rakyat dengan menjadi pembina Dewan Koperasi Indonesia cabang Cianjur. Ia aktif membina usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), membantu koperasi petani.  “Saya juga mengajak UMKM dan koperasi membuat badan hukum. Pembuatan akta saya gratiskan,” ujarnya lagi. Sebagai notaris, Alvin dikenal kerap menangani tanah sengketa. Salah satu lahan sengketa bertahun-tahun tidak bisa disertifikatkan, tapi dia bisa melakukannya. Bahkan, walikota Bogor pernah bersuaha menyertifikatkan, tapi gagal. Uluran tangan ke banyak masyarakat membuat Alvin Nugraha dikenal luas. Di setiap kampanye, Alvin Nugraha tak kesulitan menghimpun massa. Bahkan orang-orang yang dibantunya terlibat aktif membantunya. “Tugas saya tidak sekadar meloloskan diri saya ke DPR RI, tapi membantu Partai Berkarya memperoleh banyak suara dan lolos parlementary threshold,” Tutup Alvin yang juga keturunan Raden Rengga Adiwikarta, bupati Cianjur ke-10 yang mendapat banyak dukungan warga Cipanas.
suroso  Kamis, 23 Nopember 2023 23:29
Setelah Pemilu 2024 Apakah Akan Banyak Caleg Yang Masuk Rumah Sakit Jiwa
Dunia oh dunia, mungkin itu yang banyak dibahas oleh banyak Guru dan Ustadz ketika mengisi materi baik pembelajaran dikelas ataupun ketika dimajelis. Dunia memang terkenal sangat hijau, kenapa dibilang sangat hijau? Dikarenakan dunia itu sangat nikmat dan sangat menggiurkan bagi para manusia yang mengejar kenikmatan dunia.
suroso  Kamis, 3 Agustus 2023 0:39
Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan
Masyarakat adat telah hidup pada wilayah adatnya masing masing sejak leluhur tanpa saling mengganggu, pada waktu lalu upaya upaya penguasaan kadang berakhir dengan konflik fisik, namun harus diakui juga terjadi juga migrasi dari satu wilayah adat ke wilayah adat lain, karena konflik dalam keluarga atau saat perang hongi.dll.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan