Home Paniai Sengketa Tanah Bandara Enarotali, Kedua Belah Pihak Harus Duduk Bersama

Sengketa Tanah Bandara Enarotali, Kedua Belah Pihak Harus Duduk Bersama

suroso  Rabu, 28 September 2016 12:5 WIT
Sengketa Tanah Bandara Enarotali, Kedua Belah Pihak Harus Duduk Bersama
NABIRE - Sengketa tanah (lokasi) Bandara Enarotali Kabupaten Nabire belum ada titik temu, bahkan persoalan ini sempat masuk dalam rana perdata dan beberapa kali telah disidangkan di Pengadilan Negeri Nabire. Meskipun demikian belum ada penyelesaian, sehingga kedua belah pihak harus duduk bersama dalam konteks adat atau musyawarah adat bersama di kampung. Hal ini seperti terang Bupati Paniai Hengki Kayame, SH.,MH, di sela-sela digelar sidang konflik kepemilikan tanah Bandara Enarorali, Selasa (27/9) siang, di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Nabire. “Masalah hak ulayat sekalipun profesor tidak dapat menyelesaikannya, tetapi dapat diselesaikan jika kedua belah pihak dapat saling mengakui,” terang Hengki.Artinya, Lanjut dia, masalah sengketa tanah Bandara Enarotali ini dapat diselesaikan oleh masyarakat itu sendiri, sehingga perlu dimediasi secara baik oleh pihak lain, tetapi jua kedua belah pihak harus mau saling mengakui dan menghormati.Dalam kesempatan itu, kepada majelis hakim, Bupati Paniai menerangkan, sudah empat kali dirinya (Pemda Paniai, red) memediasi masalah ini, tetapi tidak ada kata sepakat antara kedua belah pihak dan masing-masing mempertahanakan pendapatnya.Pada kesempatan itu pula, Bupati Hengki Kayame mempertanyakan mengapa dirinya dijadikan tergugat. Dia mengaku tidak punya kepentingan apa-apa dalam masalah tersebut, sementara jauh hari sudah memediasi, tetap kedua belah pihak tidak sepakat.Mengakhir pertanyaan, Bupati Paniai meminta kepada majelis hakim agar memberikan kesempatan untuk memediasi kedua belah pihak dan membuat akta perdamaian. Dan usai sidang, Bupati Hengki bernegosiasi dengan kedua belah pihak untuk berdialog dan membicarakan hal ini sebaik mungkin dan secara kekeluargaan.“Terpenting dan abadi hubungan kekeluargaan, sementara uang itu hanya sementara dan akan habis juga. Sekali lagi saya tidak punya kepentingan apa-apa dalam masalah ini,” akhirnya seraya menegaskan kembali posisinya dalam masalah tersebut. (wan) 
suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan