Home Opini ASEAN dan Covid-19

ASEAN dan Covid-19

suroso  Senin, 3 Juni 2024 8:39 WIT
ASEAN dan Covid-19

Oleh : Ilham Gymnastiar Rosyid

Pandemi COVID-19 telah menjadi tantangan besar bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, dan menghadirkan tantangan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dampaknya sangat luas, mulai dari melambatnya pertumbuhan ekonomi hingga meningkatnya angka pengangguran di setiap negara. Untuk menghadapi tantangan tersebut, kerja sama antar negara menjadi penting, terutama dalam kerangka ASEAN Plus Three (APT), yaitu forum kerja sama ekonomi yang terdiri dari negara-negara anggota ASEAN dan tiga negara  Asia Timur: Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.

Menurut Purnowo (2021) dampak negatif  pandemi COVID-19 terhadap perekonomian tidak boleh dianggap remeh. Sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi terganggu bahkan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Negara-negara di kawasan, termasuk negara-negara anggota ASEAN,  menghadapi tantangan besar dalam memulihkan perekonomiannya. Namun, bekerja sama dengan APT menawarkan harapan bahwa dampak negatif ini dapat dikelola dan dimitigasi. Salah satu langkah spesifik APT adalah  kebijakan ekonomi dengan fokus pada stimulus perekonomian, kebijakan fiskal dan moneter, serta kebijakan perdagangan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mendukung sektor-sektor yang terkena dampak seperti UMKM dan menjaga stabilitas perekonomian secara keseluruhan.  APT juga memperkuat kerja sama di bidang kesehatan dan keuangan dengan mengintensifkan pertemuan antara menteri keuangan negara-negara anggota dan gubernur bank sentral.

Dalam kerangka hubungan internasional, kerja sama di tingkat regional seperti APT (ASEAN Plus Three) merupakan contoh nyata pentingnya kerja sama antar negara untuk mengatasi krisis global khususnya pandemi COVID-19. Pandemi ini menunjukkan bahwa permasalahan kesehatan dan ekonomi tidak hanya terbatas pada batas negara, namun merupakan tantangan bersama yang memerlukan respons terkoordinasi dari berbagai negara. Misalnya, kerja sama antar negara di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand dengan mitra regional seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan melalui APT telah membantu memfasilitasi pertukaran informasi, sumber daya, dan bantuan. bersama-sama mengatasi dampak pandemi ini. Negara anggota APT, termasuk Korea Selatan dan Jepang, telah berhasil mengembangkan teknik diagnostik dan terapeutik yang inovatif untuk menghentikan penyebaran virus. Pengetahuan dan teknologi ini kemudian akan dibagikan kepada negara-negara lain di kawasan, termasuk negara-negara ASEAN, melalui Forum APT.

APT menyediakan forum bagi negara-negara  Asia Tenggara dan mitra regionalnya untuk bekerja sama mencari solusi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Misalnya saja di bidang ekonomi, negara-negara anggota APT dapat bertukar strategi pemulihan ekonomi, mengembangkan paket stimulus bersama, dan meningkatkan perdagangan dan investasi lintas batas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi  berkelanjutan di kawasan.

Menurut Martha (2020), dalam menghadapi COVID-19, pemerintah Indonesia dapat menggunakan diplomasi publik untuk berkomunikasi dengan warga negara asing, membangun kerja sama, dan membangun citra positif. Dalam hal ini, diplomasi publik memungkinkan pemerintah untuk menyatakan keadaan krisis, mengumpulkan informasi dari negara lain yang terdampak pandemi, dan memutuskan langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan untuk menangani penyebaran COVID-19 di Indonesia. Selain itu, pemerintah dapat membangun jaringan komunikasi dengan negara lain dan organisasi internasional untuk mendapatkan bantuan dan dukungan dalam menghadapi krisis. Selain itu, diperlukan strategi komunikasi yang tepat agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat dan menciptakan citra positif Indonesia. Oleh karena itu, diplomasi publik berperan penting dalam membantu Indonesia menghadapi tantangan pandemi COVID-19.

Pemerintah Indonesia dapat memanfaatkan diplomasi publik dengan mengadakan konferensi pers internasional secara rutin untuk mengetahui situasi pandemi virus corona di Indonesia. Melalui forum ini, Indonesia akan dapat memaparkan langkah-langkah yang telah diambil untuk memerangi penyebaran virus, berbagi informasi terkini mengenai jumlah kasus dan upaya vaksinasi, serta menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil untuk melindungi penduduknya.

Selain itu, Indonesia dapat memanfaatkan jaringan diplomatiknya untuk menerima dukungan dan bantuan dari negara lain. Misalnya saja dengan berkolaborasi dengan negara-negara yang  berhasil menghentikan penyebaran virus, Indonesia akan mendapat dukungan berupa peralatan medis, vaksin, dan pengerahan tenaga kesehatan untuk membantu penguatan sistem kesehatan dalam menghadapi pandemi. Diplomasi publik juga berperan penting dalam membangun citra positif. Pemerintah dapat memanfaatkan platform media sosial dan kampanye informasi untuk menyebarkan pesan-pesan positif mengenai upaya Indonesia menangani pandemi ini. Dengan cara ini, Indonesia dapat memperkuat citranya sebagai negara  tangguh dan tangguh dalam menghadapi krisis kesehatan global.

Melalui kerja sama ini, negara-negara Asia Tenggara akan dapat berkolaborasi dengan mitra regional untuk meningkatkan respons terhadap krisis, sementara diplomasi publik akan memungkinkan Indonesia untuk memperkuat keterlibatan internasionalnya, menerima dukungan dan bantuan dari luar negeri, dan mencapai tingkat daya saing global . Hal ini dapat meningkatkan citra positif Indonesia. Oleh karena itu, hubungan internasional memberikan landasan penting untuk membangun respons yang terkoordinasi dan efektif terhadap tantangan global, dan mendukung kerja sama dan kerja sama lintas batas dalam mengatasi krisis yang mempengaruhi seluruh komunitas internasional.

Referensi

Anaru, Y. O. (2020). Neoliberalisme: Analisis Kerjasama ASEAN Plus Three (APT) Dalam Menghadapi Dan Mengatasi Dampak Pandemi COVID-19. Jurnal FISIP UNAIR.

Martha, J. (2020). Pemanfaatan Diplomasi Publik oleh Indonesia dalam Krisis Covid-19. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 121-130.

Purwono, A. (2021). ASEAN dalam Tantangan: Diplomasi Dalam Mengatasi Pandemi Covid-19. Interdependence Journal of International Studies, 2(1), 1-10. (Penulis adalah mahasiswa FISIP – Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang)


suroso  Jumat, 14 Juni 2024 12:43
Upaya Kongkrit Menurunkan angka kesakitan akibat Malaria Menuju Eliminasi Malaria di Kabupaten Nabire 2030
Malaria merupakan penyakit menular yang berpotensi fatal dan banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis. Setidaknya 270 juta orang di seluruh dunia menderita malaria, dan lebih dari 2 miliar orang, atau 42% populasi dunia, berisiko terkena malaria. WHO mencatat antara satu hingga dua juta orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles.: Beberapa orang sering menderita penyakit malaria, dengan gejala khas berupa peningkatan suhu tubuh sementara disertai mual dan muntah. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina yang menunjukkan gejala khas. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2020) tentang kasus malaria di seluruh dunia. Pada tahun 2019, terdapat sekitar 229 juta kasus infeksi malaria di 87 negara endemis malaria, dibandingkan dengan 238 juta kasus pada tahun 2000.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan