Home Nabire FX Mote: Pesparani Ke-1 PT Akan digelar 9 Oktober Mendatang

FX Mote: Pesparani Ke-1 PT Akan digelar 9 Oktober Mendatang

suroso  Rabu, 27 September 2023 8:50 WIT
FX Mote: Pesparani Ke-1 PT Akan digelar 9 Oktober Mendatang

NABIRE - Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani (LP3K) Provinsi Papua Tengah Fransiskus Xaverius Mote mengatakan, Perparani I Provinsi Papua Tengah akan digelar  tanggal 9 oktober mendatang  hingga tanggal  12 oktober. 

“Pesparani perdana tersebut  peserta dari depapan kabupaten di wilayah Meepago (Papua Tengah). Sedangkan untuk Pesparani ke-III Tingkat Nasional akan diselenggarakan di Jakarta Sabtu-Kamis (28/10–2/11) mendatang,”tutur FX Mote kepada wartawan, Selasa (26/9/23). 

Urai FX Mote, Peserta Pesparani dari Papua Tengah akan ambil bagian dalam Pesparani ke-III Tingkat Nasional. Kontingen Papua Tengah akan diberangkatkan ke Jakarta pada 23 dan 24 Oktober mendatang. Jumlah peserta 250 orang. Kami semua berharap ada dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk ambil bagian dalam pesta paduan suara grejani di Jakarta. 

Dijelaskan FX Mote, sejak 2016 umat Katolik di Indonesia sudah tiga kali melaksanakan kegiatan Perparani tingkat nasional. Pertama tahun 2018 di Ambon, kemudian di Kupang tahun 2022, dan ketiga akan berlangsung di Jakarta tahun 2023. 

Menurutnya, saat ini LP3K Papua Tengah sedang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I selama tiga hari yang berlangsung Jumat-Minggu ((22-24/9). Peserta Rakerda adalah utusan Keuskupan Timika, Kementerian Agama Provinsi Papua, pengurus LP3K Provinsi Papua Tengah, utusan LP3K kabupaten sebanyak dua orang, dan utusan Seksi Bimas Katolik Kementerian Agama Kabupaten. 

“Kami juga memohon kepada Kakanwil Depag Papua Tengah mengingatkan para Kepala Kantor Agama masing-masing kabupaten untuk mendukung kegiatan tersebut. Selain itu, Gubernur Papua Tengah juga diminta memberikan perhatian kepada delapan kabupaten  di Papua Tengah.

“Ini sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 35 Tahun 2026 mengamanatkan bahwa seluruh pembiayaan Pesparani dibebankan kepada APBD Provinsi dan Kabupaten,” kata Mote. 

Sedangkan terkait Rakerda, pihaknya mengatakan rapat bertujuan untuk membahas pembinaan LP3K baik di tingkat provinsi maupun kabupaten di PapuaTengah. 

LP3K selain bekerja mengembangkan Pesparani, juga membahas materi dan mata lomba yang akan diikuti saat berlangsung Pesparani.  Ada 13 mata lomba yang sudah disampaikan kepada kabupaten masing-masing di seluruh Indonesia untuk dipelajari dan dipersiapkan. 

“Delapan kabupaten sudah siap mengikuti Perparani tingkat Provinsi Papua Tengan. Setelah itu, pemenangnya akan mengikuti Pesparani ke-III Tingkat Nasional di Jakarta,” ujar Mote, mantan birokrat senior Provinsi Papua. 

Pastor Paroki Santo Yoyep Nabire Barat RD Oktovianus Taena mendukung pelaksanaan Pesparani serta Rakerda I yang telah diselenggarakan LP3K Papua Tengah. Gereja Katolik, ujarnya, memiliki sumberdaya masusia yang layak untuk dikembangkan melalui Pesparani. 

“Jadi dukungan dari Pemrrintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah kabupaten di wilayah Meepago sangat kami harapkan. Gereja lokal sangat mendukung kegiatan Pesparani,” ujar Pastor Taena. (PPN)


suroso  Rabu, 3 Juli 2024 2:43
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kehadiran Guru Rendah
Penulis : Wiantri Viami Amin, S.Pd Tingkat kehadiran guru ke sekolah yang masih rendah merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di Papua terkait mutu guru. Beberapa guru memiliki alasan jarak sekolah dengan kediaman yang jauh dan sepi merupakan salah satu alasan dari kurangnya kehadiran guru.
suroso  Senin, 27 Mei 2024 12:10
Kepala Sekolah Berperan Penting Dalam Penyaluran Bakat dan Minat Siswa
Penulis: Wiantri Viami Amin, S.Pd SEMUA siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Sekolah dan orang tua harus memberikan dukungan penuh kepada siswa. SMA Muhammadiyah Nabire memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti kegiatan yang membantu siswa menyalurkan bakat dan minatnya.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan